JK: Fasilitas Pesantren Harus Sama Dengan Negeri

JUSUF KALLA Capres Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (tengah) menyalami simpatisan saat kampaye di gudang tembakau Kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (4/7). Dalam pidatonya dihadapan sekitar 3 ribu buruh tembakau, Jusuf Kalla berjanji memberikan pendidikan gratis bagi siswa, kemandirian pengusaha dan menjamin perusahaan lokal jangan sampai dicaplok oleh perusahaan luar negeri jika terpilih menjadi Presiden mendatang. ( FOTO ANTARA/Seno S./ss/mes/09. )

Pamekasan ( Berita ) :  Calon presiden (capres) dari Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan, fasilitas pendidikan di lembaga pesantren di masa depan harus sama dengan fasilitas di lembaga pendidikan negeri.

“Pesantren ini kan merupakan pendidikan keagamaan yang memiliki kepedulian terhadap perbaikan moral generasi muda,” kata calon presiden Jusuf Kalla, dalam acara silaturrahim dengan para ulama pengasuh pondok pesantren dan fungsionaris organisasi keagamaan Nahdlatul-Ulama (NU) se-Madura yang digelar di hotel Madinah, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu [04/07].

Di Jawa Timur, Khususnya di Madura, lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren seperti madrasah aliyah (MA), madrasah tsanawiyah (MTs) jumlahnya lebih banyak dibanding dengan lembaga pendidikan umum dan negeri, seperti sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Hanya saja, fasilitas yang tersedia di lembaga pendidikan pesantren ini masih terbatas dibanding dengan sarana yang ada di lembaga pendidikan umum dan negeri. “Ke depan sarana pendidikan yang ada di pesantren harus sama dengan sarana pendidikan umum dan negeri. Kami berupaya ke arah sana nantinya,” kata Jusuf Kalla.

Selanjutnya ia meminta agar pendidikan teknis, sebagaimana sekolah menengah kejuruan (SMK) nantinya lebih banyak dibanding dengan sekolah umum, sebagaimana SMA.

Pascaoperasional jembatan Suramadu nanti, ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar itu, tenaga kerja yang akan banyak dibutuhkan ialah yang memiliki keterampilan. Oleh sebab itu, lanjut Kalla, siswa yang masuk SMK juga harus lebih banyak dibanding sekolah umum.

Lembaga pendidikan di pesantren, menurut Jusuf Kalla, juga perlu membuka sekolah kejuruan agar para santrinya juga memiliki keterampilan. “Jika warga dan santri di Madura ini tidak memiliki keterampilan, maka yang jelas nantinya yang bekerja orang lain, bukan orang Madura sendiri,” katanya.

Sementara ketua Forum Silaturrahmi Ulama Madura, K.H. Mudassir, meminta, jika capres Jusuf Kalla nantinya dipercaya masyarakat memimpin negeri ini, terpilih sebagai Presiden RI periode 2009-2014, ia meminta agar juga memperhatikan pengembangan perekonomian warga Madura, khususnya rakyat kecil.

“Saya titip nanti ke Pak JK, masyarakat Madura diperhatikan. Kami akan mendukung Pak JK untuk memperoleh dukungan sebanyak-banyaknya di Madura,” kata Mudassir.

Targetkan 50 Persen Di Madura

Calon presiden (capres) Jusuf Kalla menargetkan 50 persen perolehan suara di empat Kabupaten di Madura, Jawa Timur, pada pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009.

“Di Madura ini, kami menargetkan perolehan 50 persen. Saya optimistis di Madura akan banyak dukungan,” katanya kepada wartawan setelah berkampanye di lapangan stadion Soenarto Hadiwdjojo, Pamekasan, Sabtu.

Menurut dia, target 50 persen yang ditetapkan itu sesuai dengan dukungan perolehan suara partai politik yang mendukung dirinya di Madura, serta warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tersebar di empat kabupaten di pulau garam itu.

Di Madura, kata capres dari Partai Golkar tersebut, warga NU merupakan warga yang mayoritas, sehingga ia memastikan warga NU juga akan mendukung dirinya pada pelaksanaan Pilpres nanti.

“Saya mencalonkan diri sebagai presiden itu juga sudah mendapat dukungan dan restu dari para ulama dan fungsionaris NU,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makasar itu.

Menurut dia, saat ini sudah banyak fungsionaris partai yang berbeda pilihan dengan partainya dan memilih untuk mendukung pasangan JK-Wiranto.

Kondisi seperti ini, kata Jusuf Kalla, bukan hanya terjadi di tingkat pusat, tapi juga akan terus merambah ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Madura.

“Mungkin suara Golkar dan Hanura sebagai partai pendukung saya dan Pak Wiranto di Madura tidak seberapa, namun dengan dukungan para kiai dan warga NU, saya yakin target 50 persen akan tercapai,” kata Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden itu. ( ant )

Comments are closed.