Gubsu : Tunggu Hasil Diagnosa Flu Babi
Medan ( Berita ) : Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, mengatakan masih menunggu hasil diagnosa atau pemeriksaan kesehatan dilakukan tim medis RSU Adam Malik Medan yang menangani beberapa pasien dicurigai terkena flu babi (H1N1).
“Saya masih menunggu penjelasan mengenai lima pasien diduga suspect flu babi itu, karena hasil pemeriksaan belum diketahui apakah mereka terkena flu babi atau hanya indikasi saja,” kata Syamsul di Medan, Sabtu [04/07].
Gubernur Sumut itu mengakui, lima warga Medan yang baru kembali dari perjalanan di Thailand dan Malaysia, setibanya di Bandara Polonia Medan dilaporkan mengalami demam panas yang cukup tinggi, namun belum bisa dipastikan mereka terjangkit virus flu babi.
Kendati demikian, katanya, untuk mengetahui benar atau tidaknya pasien itu terkena penyakit yang melanda berbagai negara tersebut, perlu menunggu hasil diagnosa yang dilakukan tim dokter, karena masalah kesehatan tidak bisa diduga-duga.
Sebelumnya, RSU Adam Malik Medan merawat lima orang pasien yang diduga suspect flu babi, merupakan satu keluarga yang terdiri seorang ibu dan tiga anaknya serta sepupu keluarga tersebut.
Kelima pasien tersebut masuk dan mulai menjalani perawatan di rumah sakit milik Depkes itu, Rabu (1/7) sekitar pukul 14.30 WIB, yakni EC (36) dan tiga orang anaknya masing-masing WKC (9), C (17), CK (14) dan V (20).
Satu keluarga tersebut diketahui menderita suspect flu babi setelah melakukan kunjungan dari Thailand dan Kuala Lumpur dalam mengisi liburan sekolah.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSU Adam Malik, Atma Wijaya mengatakan, satu keluarga suspect flu babi itu saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi Rindu S. “Saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan intensif terhadap pasien itu, seperti pemeriksaan photo thorax, urine, darah, analisa gas darah dan swam atau pemeriksaan lendir tenggorokan,” katanya.
Pihak rumah sakit, saat ini telah meminta bantuan obat tamiflu kepada Dinas Kesehatan Sumut sebanyak 3.000 tablet untuk mengantisipasi warga yang datang berobat khawatir terkena flu babi.
“Saat ini kondisi mereka terus dipantau dan nantinya jika sudah tepat waktunya, baru akan diberikan obat tamiflu. Kita juga akan mengirimkan sampel darah dan swam ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut,” katanya.
Mengenai hasil pemeriksaan sampel yang dikirimkan ke Jakarta, baru dapat diketahui tiga atau empat hari kemudian, guna memastikan apakah mereka benar terkena virus flu babi. ( ant )