Dunia Islam Harus Cerdas Sikapi Iran
Jakarta ( Berita ) : Dunia Islam harus mampu menyikapi Republik Islam Iran secara cerdas dan kritis terkait dengan kepentingan di balik pemberian “bantuan” bagi Palestina.
“Tanpa sikap kritis, dukungan yang terhadap Iran hanya seperti ‘cek kosong’ yang bisa digunakan untuk kepentingan apapun,” kata pengamat politik Timur Tengah dari Moderate Moslem Society (MMS), Hasibullah Satrawi, di Jakarta, Rabu [01/07].
Selain adanya perbedaan kepentingan di dunia Islam, ia mengatakan masih ada juga perbedaan tradisi yang cukup kuat antara Iran sebagai negeri Syiah dengan negara Islam yang menganut aliran Sunni.
Ia mengatakan, pemerintah Iran juga menggunakan media massa untuk memperoleh simpati dunia Islam terhadap kebijakannya terutama saat menghadapi permasalahan konflik di Palestina.
Selama ini, kata Hasibullah, beredar isu spekulatif bahwa Iran menciptakan faksi-faksi politik yang loyal dan berjuang untuk kepentingan mereka di dunia Arab seperti Hizbulloh di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Palestina.
Menurut dia, hal tersebut bukan hanya isu spekulatif, karena sejauh ini sudah cukup banyak pihak yang mengakui keterkaitan faksi-faksi di atas dengan Iran.
Hasibullah mencontohkan, sebuah surat kabar harian terbesar di Timur Tengah, As-Sharq Al-Awsat, pernah melansir wawancara langsung dengan mantan Dubes Besar Iran di Suriah (Muhamamd Hasan Akhtari) yang mengafirmasi semua informasi tersebut.
Ia menambahkan, analis politik terkemuka Thariq Al-Hamid melalui surat kabar di Timur Tengah, mengatakan Iran menjadikan isu konflik Israel-Palestina sebagai magnet politik untuk kepentingan mereka. “Isu ini dimainkan oleh Iran dengan memosisikan diri sebagai pahlawan yang hendak mendukung dan membela hak-hak Palestina,” kata dia.
Untuk kepentingan ini, ia mencontohkan Ahmadinejad sering mengkritik para pemimpin negara Arab yang dianggap tidak melindungi dan membela Palestina.
Sejauh ini, isu konflik Israel-Palestina memberikan keuntungan cukup besar kepada Iran. Menurut dia, negara Islam harus berpikir lebih matang apakah politik Iran ini memang cocok untuk kepentingan semua umat atau hanya satu kelompok saja. ( ant )