Deplu Targetkan Pemulangan TKI Yordania Sebelum Pilpres

Jakarta ( Berita ) :  Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia menargetkan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Yordania sebelum pemilihan presiden 8 Juli 2009.

Menurut Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di Jakarta, Jumat [03/07] , pemulangan TKI tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Saat ini kendalanya berupa kendala teknis, yaitu jumlah penerbangan yang terbatas,” kata Teuku Faizasyah.

Teuku Faizasyah mengakui terdapat penumpukan masalah di KBRI Amman, Yordania, yaitu mengenai kasus pembayaran gaji TKI yang tidak tepat waktu dan perlakuan tindak kekerasan terhadap TKI yang berprofesi sebagai penata laksana rumah tangga.

Sebelumnya, pada 2 Juli 2009 sebanyak 24 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai penata laksana rumah tangga telah tiba di Indonesia.

Ke-24 TKI tersebut merupakan bagian dari 385 TKI yang hingga saat ini sebagian dari mereka masih berada di penampungan KBRI Amman.

Menurut Teuku Faizasyah, Deplu tetap melakukan upaya-upaya untuk memenuhi hak-hak TKI, seperti pembayaran gaji TKI yang sebelumnya tidak terbayar.

Ia juga mengatakan Deplu meminta pemerintah Yordania agar memperbaiki kebijakan ‘visa on arrival’ untuk menghindarkan kasus-kasus TKI yang bermasalah. “Kita mencatat, TKI yang mendapat masalah ialah mereka yang mendapatkan ‘visa on arrival’,” kata Teuku Faizasyah.

Ia mengatakan, di masa yang akan datang Deplu akan mengusahakan agar penyampaian visa TKI yang bekerja di Yordania melalui prosedur yang diputuskan melalui Kedutaan Yordania di Jakarta.

Selain itu Deplu juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk  mempercepat pemulangan TKI dari Yordania.

Mahasiswa Dampingi TKI Bermasalah

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania melibatkan para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di negara itu untuk mendampingi para tenaga kerja Indonesia yang mengalami masalah dan akan dipulangkan ke tanah air.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Zainul Bahar Noor, di Jakarta, Jumat, mengatakan, terdapat tujuh mahasiswa yang telah menandatangani kontrak untuk mendampingi para tenaga kerja yang akan dipulangkan hingga ke daerah asalnya.

Menurut dia, para mahasiswa tersebut akan memberi penjelasan kepada para calon tenaga kerja di daerah asalnya tentang prosedur yang benar jika akan menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Indonesia yang mendampingi kepulangan 24 tenaga kerja Indonesia dari Yordania, Bahrululum mengatakan, para mahasiswa yang menjadi sukarelawan ini berasal dari berbagai universitas.

“Hampir seluruh mahasiswa Indonesia di Yordania ikut mendampingi para tenaga kerja bermasalah yang akan segera dipulangkan,” kata mahasiswa pascasarjana Universitas Al Abayt Yordania.

Ia menuturkan, para mahasiswa ini akan mendampingi tenaga kerja, hingga ke daerah asalnya, dan memberi penjelasan mengenai prosedur yang benar jika ingin bekerja di luar negeri.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia akan memulangkan sebanyak 414 tenaga kerja yang terlibat berbagai masalah di Yordania. Gelombang pertama kepulangan tenaga kerja bermasalah dari Yordania diawali dengan kedatangan 24 tenaga kerja pada Kamis (2/7). ( ant )

.

Comments are closed.