Ratusan Siswa Malaysia Lulus Testing IAIN Aceh

Banda Aceh ( Berita ) :  Ratusan calon mahasiswa (cama) baru asal  negeri tetangga, Malaysia, dinyatakan lulus setelah mengikuti testing masuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Darussalam.

Kabag Humas IAIN Ar-Raniry Ahmad Syauqy di Banda Aceh, Senin [29/06] , mengatakan, cama baru asal Malaysia yang mengikuti testing masuk di negerinya dinyatakan lulus dan mereka akan mengikuti kuliah tahun akademik 2009-2010 bersama sekitar 1.500 mahasiswa baru yang lulus hasil testing Juni 2009.

Jumlah lulusan SMA/MAN yang mendaftar pada IAIN Ar-Raniry tahun akademik 2009-2010 sebanyak 4.274 orang, namun yang mengembalikan formulir sampai batas yang ditetapkan hanya 3.909 orang. Jadi, ada sekitar 40 orang yang tidak mengikuti ujian masuk hari ini, Senin (29/6), sementara yang diterima sekitar 1.500 orang.

Syauqy mengatakan, ribuan lulusan berbagai lembaga pendidikan menengah di Provinsi Aceh “mengincar” bangku kuliah di perguruan tinggi yang menobatkan nama ulama besar Nuruddin Ar-Raniry itu, sehingga panitia terpaksa melebihkan formulir pendaftaran dari 4.000 menjadi 4.274 lembar.

Panitia penerimaan mahasiswa baru yang dikomandani Prof. M. Nasir Budiman itu terpaksa membatasi formulir pendaftaran sebagai upaya menyesuaikan dengan daya tampung perguruan tinggi yang berdiri berdampingan dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) itu.

Testing masuk perguruan tinggi Islam negeri satu-satunya di Provinsi Aceh itu berlangsung dua hari dimulai Senin (29/6) dan Selasa (30/6).

Semua cama mengikuti tes baca Al-Quran setelah selesai mengikuti ujian tulis. Testing baca Al-Quran bagi cama IAIN Ar-Raniry sudah dilakukan sejak 1985, kata Nasir Budiman.

Pihak lembaga pendidikan tinggi ini menginginkan IAIN Ar-Raniry lebih maju dan berkualitas lulusannya di bidang agama Islam, termasuk pandai membaca Al-Quran yang menjadi sumber segala ilmu pengetahuan, katanya.

“Kini setelah pemberlakuan syariat Islam di Provinsi Aceh, tes baca Al-Quran bagi cama baru IAIN Ar-Raniry semakin diperketat. Calon mahasiswa baru diberi nilai lulus jika tes kemampuan membaca Al-Quran baik. Semua ini kami lakukan sebagai upaya mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” demikian Nasir Budiman. ( ant )

Comments are closed.