FK Unpri Lokakarya Problem Based Learning
MEDAN (Berita): Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (FK-Unpri) mengadakan lokakarya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pembelajaran “Problem Based Learning” di kampus Jl Sekip Medan, Sabtu kemarin.
Lokakarya dibuka Rektor Unpri Prof dr Djakobus Tarigan AAI, DAAK menampilkan pembicara mantan Dekan FK Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat Prof Dr H Fadil Oenzil Ph.D, SpGK yang diikuti sekitar 40 orang peserta berasal dari staf pengajar di fakultas tersebut.
Hadir pada acara itu antara lain, Ketua Yayasan Universitas Prima Indonesia dr .I. Nyoman Ehrich Lister ,M.Kes,AIFM, Ketua BPH Yayasan Unpri Tommy Leonard SH, Dekan FK Prof dr Kuncoro S, Wakil Dekan I FK dr Firman Sitepu Sp.A.
Fadil Oenzil memaparkan, karakteristik problem based learning atau yang disingkat PBL adalah pembelajaran bersifat pemusatan mahasiswa yang aktif. Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi kelompok kecil dan semua anggota kelompok memberikan kontribusinya secara aktif pula.
Diskusi dipicu oleh masalah yang bersifat integrasi interdisiplin yang didasarkan pada pengalaman atau kehidupan nyata. Selanjutnya diskusi secara aktif ini akan merangsang mahasiswa untuk menggunakan penguasaan pengetahuannya.
Dari program ini tambah Fadil, maka mahasiswa terlatih untuk belajar mandiri dan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembelajaran seumur hidup. Pembelajaran berjalan secara efisien, karena informasi yang dikumpulkan melalui belajar mandiri sesuai dengan apa yang dibutuhkannya.
“Akhirnya akan menjadi umpan balik (feedback) yang dapat diberikan dosen selaku tutorial, sehingga dapat memacu mahasiswa untuk meningkatkan usaha pembelajarannya,” ujarnya.
Rektor Unpri Prof Djakobus mengharapkan peserta dosen FK dapat menyerap hasil lokarkaya dengan sebanyak- banyaknya, sehingga mampu diterapkan untuk kebutuhan utama dalam pengembangan proses belajar mengajar di fakultas.
Kegiatan ini menurutnya, sangat bermanfaat terutama bagi upaya peningkatan kemampuan dosen dalam menyajikan materi dan modul pembelajaran terhadap mahasiswa di kampus.
Sementara itu Wakil Dekan I FK Unpri Firman Sitepu menambahkan, tujuan lokarkaya ini dimaksudkan untuk menghasilkan dokter yang berkompetensi untuk layanan primer berdasarkan kesehatan keluarga.
Prinsip PBL dalam KBK ini sudah diterapkan secara nasional di Indonesia sejak tahun 2006 dan merupakan paradigma baru yang harus dilaksanakan seluruh FK di tanah air terutama bagi dunia kedokteran.
Menyadari masih banyaknya dibutuhkan tenaga lulusan ilmu kedokteran, Firman mengatakan bahwa peran perguruan tinggi swasta (PTS) untuk membuka program studi ilmu kedokteran memiliki andil besar agar mampu melahirkan tenaga dokter berkualitas.
Kebutuhan dokter yang sangat tinggi itu untuk menyahuti pertumbuhan calon dokter yang semakin besar. Hal ini sejalan dengan target pemerintah menuju Indonesia sehat 2010 maka dibutuhkan lulusan tenaga dokter dari dunia pendidikan tinggi. Melalui PBL ini diharapkan dosen FK dapat menguasai dan mampu menerapkan kurikulum berbasis kompetensi kepada mahasiswa. (aje)