Perguruan Tinggi Banyak Hasilkan Pengangguran Terdidik
Medan ( Berita ) : Perguruan Tinggi diisyaratkan banyak menghasilkan pengangguran terdidik, karena banyak sarjana tak paham bagaimana membuat surat lamaran kerja yang baik, padahal itu penting ketika mengajukan diri untuk diterima bekerja pada suatu perusahaan.
Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Drs. Zulnaidi Mhum, di Medan, Sabtu [27/06] , mengatakan, dewasa ini banyak pengangguran terdidik yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Hal ini terjadi bukan karena lulusan itu tidak berkualitas, namun lebih disebabkan karena kualifikasi ataupun latar belakang pendidikan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan bursa kerja yang tersedia.
Selain itu, juga disebabkan minimnya pengetahuan mereka dalam membuat surat lamaran yang baik, padahal itu memiliki peranan yang sangat penting ketika hendak mengajukan diri sebagai karyawan suatu perusahaan tertentu.
Surat lamaran merupakan hal yang paling awal untuk bergabung ke suatu perusahaan, di mana kesan pertama pihak perusahaan adalah terlihat dari surat lamaran.
Sebaiknya saat membuat surat lamaran, lebih impresif, isi menarik dan memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu merendah atau arogan.
Kesalahan paling umum yang dilakukan pencari kerja adalah mencantumkan sebanyak-banyaknya fungsi dan tanggungjawab yang pernah dipegang di perusahaan sebelumnya. Padahal satu saja fungsi dan tanggungjawab yang spesifik akan lebih membuat orang terkesan.
“Dalam surat lamaran itu juga sebaiknya menggunakan kalimat lugas, tidak berulang-ulang, serta menggunakan bahasa Indonesia yang formal sesuai dengan pekerjaan yang dituju,” katanya.
Pengamat sosial USU Drs. Yos Rizal, Msi, mengatakan, minimnya pengetahuan lulusna perguruan tinggi dalam membuat surat lamaran kerja karena selama ini mereka terlalu menganggap sepele hal itu.
“Selama kuliah mereka sama sekali tidak pernah terpikir untuk belajar bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang baik. Terlebih lagi bagi mahasiswa yang sama sekali tidak pernah aktif dalam kegiatan berbagai organisasi,” katanya. ( ant )