15.000 Hektar Kebun Kopi Terlantar Direhabilitasi

Banda Aceh ( Berita ) :  Seluas 15.000 hektare kebun kopi yang terlantar akibat konflik di Kabupaten Bener Meriah, Aceh direhabilitasi kembali oleh pemerintah setempat.

“Saat ini emerintah kabupaten (Pemkab) Bener Meriah sedang merehabilitasi sekitar 15.000 hektar kebun kopi yang terlantar semasa konflik,” kata Wakil Bupati Bener Meriah Sirwandi LT di Bener Meriah, Kamis [25/06] .

Belasan ribu hektar kebun yang berada di Kecamatan Permata dan Syiah Utama itu sejak dua tahun terakhir sudah mulai direhabilitasi oleh Dinas Pertanian setempat.

Pemulihan yang dilakukan dengan menanam bibit kopi yang baru dan pemotongan pohon yang rusak. Selain pemulihan juga digalakkan penanaman jangung agar masyarakat tetap memiliki penghasilan saat menanti pohon kopi baru berbuah.

Di kabupaten pemekaran Aceh Tengah itu, kopi merupakan potensi unggulan yang sangat mempengaruhi perekonomian. Daerah dingin tersebut memiliki sekitar 40.000 hektar kebun kopi yang produktif.

Namun selama sepuluh tahun terakhir, produktivitas kebun kopi di daerah tersebut hanya mencapai 600 kg perhektar karena banyak lahan yang tidak produktif dan pohon kopi terserang jamur akar.

Kecamatan Permata dan Syiah Utama adalah daerah yang masih cukup sulit dijangkau dan semasa konflik di Aceh sebagian besar warganya menyelamatkan diri ke daerah lain.

Akibatnya, kebun kopi dan sayur mayur yang mereka tinggalkan kini menjadi semak belukar. Setelah konflik berakhir dengan ditandatanganinya MoU Helsinki 18 Agustus 2005, warga mulai kembali ke kecamatan tersebut dan berkebun lagi. “Setelah konflik berakhir warga mulai kembali lagi ke daerahnya dan mengusahakan kebun kopi mereka,” kata Sirwandi. ( ant )

Comments are closed.