Penghuni Panti Rehabilitasi Narkoba Umumnya Kawula Muda

MEDAN (Berita):    Lebih Sepuluh tahun lamanya, H Kamaluddin SH Lubis berkecimpung mengelola panti rehabilitasi miliknya di Kawasan Sibolangit Sumatera Utara. Panti tersebut di beri nama Pusat Rehabilitasi Narkoba Al Kamal Sibolangit Centre.

Menurutnya sudah ratusan penghuni yang mendapat perawatan di Panti tersebut. Berasal dari berbagai daerah di Sumut maupun Aceh, bahkan ada juga pasien dari provinsi lain. Mereka yang menjadi korban ketergantungan obat terlarang itu umumnya para kawula muda yang masih berusia produktif.
Kamaluddin sendiri mengaku terinspirasi mendirikan pusat rehabilitasi tersebut karena dampak dari zat Psikotropika itu juga turut merenggut nyawa puteranya, Baron sepuluh tahun lalu. “Anak saya mengalami kerusakan sistem pompa jantung (gagal jantung) akibat kebanyakan mengkonsumsi Narkoba,” sesal kamaluddin dalam bincang-bincangnya kepada wartawan baru-baru ini.

Akibatnya ayah empat anak ini pun berjanji untuk mendirikan panti rehabilitasi, karena keinginannya yang kuat untuk bisa mengobati putera-puteri bangsa ini yang mengalami nasib yang sama seperti puteranya.

Panti itu awalnya, kata Kamaluddin merupakan swadaya dan tanpa bantuan dari pemerintah provinsi maupun daerah. “Kita tidak pula mengejar peluang bisnis dari panti itu,” ujarnya.

Menurut Kalamuddin, tekadnya dengan ikhlas mengelola panti rehabilitasi itu juga karena amanah sang anak yang sebelum meninggal sempat bertutur meminta agar ayahnya juga mau menolong pemuda-pemuda lain yang bernasib sama seperti dirinya. “Selamatkan juga teman-teman saya ayah,” kata Kamaluddin menceritakan pesan puteranya itu.

Hingga saat ini, diapun sama sekali tak terniat menjadikan pusat rehabilitasi itu menjadi usaha bisnis. Padahal, kata Kamaluddin cukup banyak investor  baik dalam maupun luar negeri yang menawarkan diri untuk membeli pusat rehabilitasi itu, untuk dijadikan ajang bisnis.

Dalam kesempatan itu Kamaluddin tetap mengingatkan, khususnya bagi kawula muda untuk jangan sekali-kali mendekati Narkoba. Sekali mendekatinya pasti akan ketagihan.

Menggunakan barang haram itu, apalagi dalam skala besar dan jangka waktu lama, akan menyebabkan kerusakan syar af permanen. Akibat rusaknya fungsi syaraf masa depan penggunanya pun tak akan bertahan lama.

Sedangkan kerusakan sistem organ tubuh vital yang sangat mendukung kegiatan produktifitas bagi seseorang juga berdampak permanen, meski penderita telah melalui proses penyembuhan di panti rehabilitasi.

Kamaluddin memaparkan sistem pengobatan yang digunakannya di lingkungan panti rehabilitasi umumnya dengan cdara alternatif dan bersifat kekeluargaan di lingkungan penghuni panti, atau sesama penderita yang sedang menjalani proses pengobatan.

“Biasanya jika yang baru mendapat perawatan kerap mengalami sakau (ilusi), maka penghuni lainnya yang telah mengalami penyembuhan turut membantu pengobatan sesama rekannya itu,” tutur Kamaluddin.(irm)