Tantangan Industri Otomotif Ke Depan

PASAR OTOMOTIVE : Menteri Perindustrian, Fahmi Idris ( dari kiri ke kanan), Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International Tbk, Gunadi Sindhuwinata, dan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Bambang Trisulo, saat pembukaan seminar otomotive di Jakarta, Rabu ( 17/6). Seminar yang diadakan oleh Forum Wartawan Industri tersebut dengan tema merebut posisi puncak di pasar Asean. ( Foto Ant )

Jakarta (Berita): Presdir Toyota Astra Motor Johnny Darmawan dalam makalahnya pada Seminar Nasional Industri Otomotif Indonesia mengatakan  tantangan industri otomotif ke depan semakin berat.

Selain menghadapi persaingan pasar mancanegara, tantangan yang tidak kalah berat untuk dilalui para pengusaha otomotif adalah masih banyaknya hambatan di dalam negeri.

Salah satu contoh kongkrit yang harus dikedepankan pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur yang memadai yakni jalan yang bagus dan pelabuhan berskala internasional.

Sebagai referensi, panjang jalan tol di Indonesia saat ini mendekati 70 KM. Sementara jalan di Malaysia saat ini 800 KM lebih. Sementara luas wilayah Malaysia hanya sekitar 1/6 kali luas Indonesia. Artinya perbandingan luas jalan tol Malaysia Indonesia sangat jomplang mengingat luas wilayahnya sehingga ke depan perlu ditambah lagi.

“Luas wilayah kita dengan Malaysia sangat jauh berbeda. tetapi jalan tol kita lebih pendek dari mereka. Ini harus ditingkatkan lagi kalau kita komit meningkatkan pertumbuhan sektor industri otomotif,” katanya.

Selain itu, pelabuhan di Indonesia seperti Tanjungpriok khususnya  pelabuhan otomotif (Jakarta Car Terminal)  masih berskala ASEAN.Dan ditargetkan menjadi berskala internasional akhir 2009.

Sebagai refferensinya bisa meniru pelabuhan milik Singapura, Malaysia, Thailand. “Mereka memiliki pelabuhan bertaraf internasional untuk ekspor-impor. Nah sebaiknya Indonesia juga punya,” pintanya. (olo)

Comments are closed.