Presiden SBY Akan Buka Convensi PPKI
Jakarta (Berita): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan membuka Convensi Pekan Produk Kreatif Indonesia pada 25- 27 Juni 2008 di Jakarta Convention Cetre Jakarta Pusat. Hal itu dikatakan Mendag Mari Elka Pengestu kepada wartawan di kantornya, Rabu [17/06].
Pada kesempatan itu Mari Pangestu didampingi Kepala Badan Pengembangan Ekspor Bachrul Chairi, Kepala Pusat Dagang Kecil Menengah Depdag Sri Agustina dan sejumlah pengusaha sektor industri kreatif.
Menurut Mari, kinerja industri kreatif menunjukkan trend positif sejak tahun sejak tahun 2006 hingga 2009. Karenanya Depertemen Perdagangan RI (Depdag) memprioritaskan pembinaan enam sektor unggulannya yakni film animasi, musik, handy craft dan sebagainya.
”Selama ini saya selalu optimis. Pertumbuhannya sampai sekarang masih positif khususnya yang enam sektor seperti film animasi, musik, handycraft dan sebagainya,” katanya.
Menurut Mari, selain menggenjot pertumbuhan industri kreatif, pihaknya juga akan membangun data base untuk mendata seluruh pelaku usaha di sektor ini. ”Data base ini sangat perlu supaya kita tahu siapa saja yang bisa kita bantu,” pungkasnya.
Pelaku ekonomi kreatif memang sangat beragam. Sebagian ada yang bermain di pasar tradisional dan adapula yang di pasar modern. Misalnya mereka yang berjualan dengan memakai gerobak dorong sebagai geraynya. Perlu dicatat pertumbuhan bisnis di atas gerobak dorong, kata Mari sangat bagus.
”Sejak tahun 2008 sampai 2009 pertumbuhannya 50 persen. Mereka itu umumnya pedagang makanan, buah-buahan segar, sayuran. Sektor ril kita seperti ritel modern dan tradisonal banyak yang memakai jasa gerobak dorong. Kita harus berdayakan mereka,” tambahnya seraya mengatakan acara ini akan diikuti 12 Departemen.
Sebelum pelaksanaan konvensi Departemen Perdagangan telah mengumpulkan masukan dari berbagai kalangan melalui 6 kelompok Focus Group Discussion (FGD). Forum ini melakukan evaluasi target, strategi implementasi cetak biru 6 subsektor industri kreatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan 2 kelompok FGD e-ecommerce Intangible dan Tangible.
Mari mengatakan, kontribusi sektor ekonomi kreatif pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan penyediaan lapangan kerja terus meningkat. Menurut data BPS 2002-2006 kontribusinya mencapai 6,28 persen dengan nilai Rp104 triliun dan menyerap tenaga kerja 5,4 juta orang.
Dengan keanekaragaman budaya, sektor ini berpeluang menjadi lokomotif perekonomian nasional. Dalam catak biru industri kreatif 2009-2025 pemerintah menargetkan kontribusi pada PDB naik sebesar 9 persen hingga 11 persen dengan menyerap tenaga kerja 6,8 juta orang. (olo)