Menperin Fahmi Idris: “Saingan Kita Thailand”

Jakarta (Berita): Indonesia harus mampu membuat mobil atau motor dengan kandungan lokal 80 persen bila ingin merebut pasar ASEAN dan Asia. Selama tidak mampu memenuhi kandungan lokal itu, Indonesia tetap sebagai pasar potensial principal asing.

”Kalau kita mampu membuat kandungan lokal 80 persen, industri otomotif manapun di dunia datang berduyun-duyun ke Indonesia. Karenanya ke depan, kita harus membangun industri komponen dan alat-alat penunjang lainnya,” kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada Seminar Nasional Industri Otomotif  bertajuk “Merebut Posisi Puncak Pasar ASEAN” diadakan Forum Wartawan Industri, Rabu [17/06] di Jakarta.

Fahmi mengakui, membuat kandungan lokal 80 persen bukan pekerjaan mudah. Maka pemerintah, swasta dan masyarakat harus bersatu padu membangun industri komponen sehingga kelak Indonesia tidak hanya sebagai pasar orang asing, tetapi setidaknya mampu mengimbangi pertumbuhan industri otomotif Thailand.

”Bicara mobil, harus bicara komponen atau spare parts. Pertanyaannya berapa persen kandungan yang bisa kita buat. Contohnya Kijang Innova, katanya kandungan lokalnya  70 persen. Saya percaya saja. Makanya selaku Menperin saya beli sindiri. Itu bukan  milik Depertemen Perindustrian,” ujarnya sembari tertawa.

Pertumbuhan industri lokal masih positif sekalipun musim krisis global. Penjualan mobil roda empat pada 2008 kata Fahmi Idris, 600 ribu dan roda dua 6,4 juta dan ekspor mobil roda empat 182 ribuan dan 13066 pisis spare part.

Ditambahkan, kalau Indonesia memiliki industri komponen, maka kita bisa membuat mobil type apapun.”Permasalahannya, semakin banyak mobil masuk dengan kandungan lokal nol persen, itu berbahaya. Saya berharap kita bisa memproduksi mobil dalam negeri, karena kemampuan industri dalam negeri sudah memadai,” paparnya.

Sementara itu  Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi mengatakan demand untuk otomotif di dalam negeri masih besar dan menyamai posisi Thailand.

Dia mengungkapkan komposisi industri komponen mobil kita saat ini ada 20, untuk motor 77 dan komponen manupaktur 660. Installed capacity untuk mobil 855.000 unit, motor 6.575.000 dan komponen 130 type. Cuma industri komponen pendukungnya masih kurang. ”Masalah macet, itu paling di kota Jakarta saja. Di Sumatera, Kalimantan dan sebagian daerah jawa tidak macet,” katanya terkaiat permintaan pembatasan produksi..

Johnny Darmawan, Presdir Toyota Astra Motor mengatakan Indonesia pihaknya tak mungkin memperkuat basis produksinya tanpa memiliki jaringan pemasaran yang kuat. ”Dalam bisnis ini perhitungan kita harus matang. Pasar Indonesia memang sangat potensial. Pendapatan perkapitanya 2.200 dolar AS/tahun,” katanya.

Salah satu teori yang harus dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan industri otomotif tidak hanya membangun jalan, tetapi hal yang tak kalah penting dilakukan pemerintah adalah  membangun pelabuhan.

Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang harus diperdalam mengingat daya saing produksi dan komponen Indonesia saat ini nomor 3 di dunia dan nomor satu di ASEAN. ”Ini sangat penting,” katanya.

Karenanya pemerintah harus memprioritaskan pengembangan industri komponen, fokus pada sektor hulu, hilir serta membangun industri komponen tertentu,” imbuhnya. (olo)

Comments are closed.