Ayu : Saya Ingin Pulang Mak…

Beritasore/Irpan

Ayu terbaring lemah di ruang Gelatik Rumah Sakit Herna Medan

MEDAN ( Berita ) : Sungguh malang nasib yang dialami Wahyuningsih Pujilestari, niatnya ingin membahagiakan dua orangtuanya usai kuliahnya di LP3I. Namun hingga kini niat tersebut terpaksa harus pupus. Gadis 24 tahun yang biasa disapa Ayu itu kini hanya dapat terbaring lemah di ruang Gelatik Rumah Sakit Herna Medan, akibat penyakit yang dideritanya.
Padahal usai diwisuda tiga bulan lalu, Ayu telah menerima tiga panggilan kerja menyahuti surat lamaran yang dikirimkannya.
Yang paling ironis lagi, kini Ayu dan kedua orangtuanya terpaksa ditahan pihak rumah sakit swasta tersebut, karena mereka tidak lagi menyanggupi untuk membayar biaya-biaya medis yang dibebankan pihak rumah sakit.
“Tolong keluarkan kami dari sini, tolonglah biar kami bisa mencari alaternatif pengobatan lain untuk Ayu,” keluh Wagimin Hendra, sang ayah, Selasa (16/06). Sedangkan ibunda Ayu hanya bisa pasrah menangis melihat kondisi anaknya yang bagaikan tulang dibalut kulit. Dokter mendiagnosa Ayu terkena TB Usus. Sedangkan keluarga ini mengaku sudah tak punya uang lagi untuk meneruskan pengobatan di rumah sakit tersebut.
“Dua bulan lalu, saat dibawa ke rumah sakit ini, Ayu masih bisa jalan. Sekarang jangankan untuk duduk membalikkan badannya pun dia tak mampu,” ucap Wagimin.
Warga Jalan Setia Budi No 9 Tebing Tinggi ini mengaku sudah menghabiskan total rekening Rp70.972.034 sejak Ayu dirawat inap di rumah sakit tersebut 8 April 2009. Itupun masih ditambah belasan juta biaya-biaya lainnya yang harus dibayar cash, seperti tambah darah dan obat-obatan di luar rumah sakit.
Menurut Wagimin persediaan uang mereka saat membawa Ayu hanya Rp20 jutaan, termasuk membayar deposit saat pertama Ayu rawat inap di RS Herna sebesar Rp11 juta.
Akibatnya sampai 5 Juni 2009 lalu, pihak rumah sakit menyatakan mereka masih memiliki hutang senilang Rp59.972.034 kepada keluarga Ayu dan terpaksa menahan mereka.
“Saya ingin pulang Mak,” kalimat itu kerap diucapkan Ayu namun hanya disahuti sang ibu sambil menangis dengan kalimat “Sabar ya Nak…
Menurut keluarga ini, mereka membawa Ayu ke rumah sakit swasta tersebut hanya berdasarkan rujukan dari rumah sakit di Tebing Tinggi. Salah seorang dokter di situ, kata Wagimin memberikan rujukan ke RS Herna serta membawa mereka memasuki ruang VIP Cendrawasih.
“Kami hanya ikut saja, sama sekali tak menyangka biayanya sebesar ini,” ucapnya. Padahal ketika itu mereka hanya punya uang Rp20 juta untuk modal mengobati Ayu. ”Kami kini tak punya apa-apa lagi, namun kalau kami terus ditahan di rumah sakit ini biaya akan terus bertambah,” ucap  Wagimin seraya memohon belas kasihan rumah sakit dan para dermawan yang mau membantu penderitaan mereka.
Hingga saat ini, menurut Wagimin pihak rumah sakit kerap mendesak mereka untuk melunasi hutang-hutang tersebut. Ironisnya dalam surat peringatan yang dilayangkan pihak rumah sakit, atas nama Dr Limenta (Direktur RSU Herna Medan), M Tambunan (chiep Accounting ), sera Dr Erita Sihombing (Kepala Keperawatan), Dr Ellys Wijaya, Dr Ratna (Kepala Ruangan),serta P Siagian (Satuan Pengawasan Internal), tertera sebait kalimat rekening pasien yang dinilai sudah cukup besar tersebut juga karena kelalaian pengawasan dari pihak manajemen RSU Herna.( irm )

Sejumlah Kalangan Simpatik
Rasa simpatik langsung ditunjukkan berbagai kalangan saat mendengar penderitaan yang dialami Wahyuningsih Pujilestari alias Ayu,24, pasien didiagnosa TB usus yang saat ini ditahan di RS Herna bersama keluarganya.
Mereka terpaksa ditahan pihak rumah sakit akibat tak mampu melunasi biaya rawat inap Ayu sebesar lebih Rp59 juta. Tiga anggota DPRD SU yakni Abdul Hakim Siagian (Anggota Fraksi PAN) DPRD Sumut, Ahmad Ikhyar Hasibuan (Anggota Fraksi Demokrat) serta Budi Mulia Bangun, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Selasa saat mendengar kabar tersebut dari kalangan wartawan sangat menaruh prihatin akan penderitaan yang dialami Ayu dan keluarganya.
Budi Mulia Bangun bahkan langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumut guna mencari solusi untuk pembebasan Ayu. ”Ini kita bicara kemanusiaan, saya harap pihak terkait bisa mencari solusi bagaimana Ayu bisa keluar dari rumah sakit itu, sehingga orangtuanya bisa mencari alternatif pengobatan lain untuk kesembuhan puterinya,” ucap Budi Mulia saat berbicara via telepon dengan Kepala Dinas Kesehatan SU.
Sebelumnya anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sumut Parlindungan Purba juga mengaku telah menerima kabar terkait penderitaan yang dialami Ayu dan keluarganya. Namun saat ini Parlindungan mengatakan masih berada di Jakarta.
Namun figur yang dikenal peduli akan persoalan rakyat itu mengatakan telah menginformasikan kepada instansi dinas kesehatan guna meninjau persoalan yang dialami Ayu yang hingga kini masih ditahan di RS Herna Medan.( irm )

Comments are closed.