Pemilu Ulang Nisel Mutlak

      Comments Off

Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti dan jajarannya kemarin sudah mengunjungi Nias, tepatnya Nias Selatan, guna memantau persiapan pengamanan Pemilu ulang di Nisel. Putusan melakukan Pemilu ulang itu adlaah putusan yang tepat mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi saat Pemilu legislatif lalu.

Justru itu, polisi berkewajiban mengamankan Pemilu ulang di Nisel mengingat banyak pihak berkepentingan untuk memenangkan calonnya menjadi wakil rakyat di sana. Segala cara akan dilakukan oknum tertentu. Di sinilah polisi akan melakukan pengamanan sehingga jalannya Pemilu ulang benar-benar aman dan lancar, hasilnya benar-benar valid.

Putusan Pemilu ulang oleh Mahkamah Konstitusi merupakan pilihan terbaik meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan cukup besar dan waktu lebih lama. Dan Pemilu ulang di Nisel ini harus menjadi pelajaran berharga buat semua pihak terkait, apakah KPU, Panwaslu, Parpol dan lain sebagainya. Hendaknya semua pihak menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sehingga Pemilu ulang dapat menjawab keraguan di masyarakat setelah diketahui banyak kecurangan terjadi dalam Pemilu 9 April sebelumnya.

Adalah Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilu calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota di Nias Selatan paling lambat 90 hari sejak putusan diucapkan. MK juga memerintahkan dilakukan penghitungan ulang perolehan suara calon anggota DPD di enam kecamatan di Nias Selatan yaitu Gomo, Lahusa, Lolowatu, Lolomatua, Teluk Dalam, dan Amandraya.

Menanggapi itu Anggota KPU Andi Nurpati, di Jakarta, Rabu, mengatakan, KPU harus melaksanakan rapat pleno untuk membahas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan berkoordinasi dengan KPU provinsi dan kabupaten/kota terkait.”Kemudian kita akan atur jadwal, persiapan, dan pelaksanaan pemungutan maupun penghitungan suara ulang,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Gedung KPU, lantai dua.

Menurut Andi Nurpati , KPU menghormati keputusan MK dan siap untuk melaksanakannya, walaupun KPU dan jajarannya sedang mempersiapkan pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) 8 Juli 2009. Ia berharap pemungutan dan penghitungan suara ulang dapat dilaksanakan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh MK.

Ini merupakan sebuah keputusan yang sejak jauh hari diprediksi oleh banyak kalangan. Apalagi sama diketahui, pelaksanaan pemilu di Nias Selatan ditengarai banyak kecurangan sehingga kemudian dilakukan penghitungan di Asrama Haji, Pangkalan Mahsyur Medan.

Walau banyak kalangan yang tidak menerima hasil penghitungan ulang namun tetap saja dilaksanakan hingga kemudian MK mengeluarkan keputusan pelaksanaan pemilu ulang di Nias Selatan. Paling tidak, dengan dilaksanakannya keputusan MK di Nisel menunjukkan betapa perjalanan demokrasi sudah mulai berjalan dengan baik walau harus ada yang tidak senang.

Membangun sebuah demokrasi memang membutuhkan sebuah kerja keras yang nyata. Paling tidak dengan kerja keras yang jujur, pelaksanaan demokrasi akan menjadi sorotan utama. Pepatah mengingatkan kita supaya jangan sampai terperosok ke dalam lubang yang sama. Orang pintar selalu menjadikan kegagalan sebagai guru yang berharga, bukan malah frustrasi hingga tidak peduli lagi.

Tak pelak lagi, Pemilu ulang dan penghitungan ulang di Nisel ini wajib kita sukseskan. Hal ini bia saja menimbulkan komplin dari pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan, namun putusan MK mutlak dan harus dijalankan, sehingga semua pihak harus tunduk. Dan kewajiban polisi untuk mengamankan Pemilu ulang di Nisel agar berjalan aman, lancar, dan menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar pilihan rakyat di sana.=