Gubernur Harapkan Bank Dunia Terus Bantu Aceh
Banda Aceh ( Berita ) : Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengharapkan Bank Dunia terus melanjutkan membantu daerah yang dipimpinnya guna lebih mempercepat perbaikan Aceh.
“Kami sangat berterimakasih kepada Bank Dunia atas bantuan yang telah diberikan selama ini kepada rakyat dan Pemerintah Aceh,” katanya dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Bank Dunia untuk wilayah Asia Pasifik, James W Adams di Banda Aceh, Kamis [07/05].
Pertemuan tertutup di ruang rapat Gubernur selama 20 menit tersebut membicarakan tentang kelanjutan kerjasama dan bantuan untuk Aceh dari Bank Dunia yang disalurkan oleh Multi Donor Fund (MDF).
Bantuan MDF tahap pertama yang disalurkan oleh Bank Dunia untuk Aceh akan berakhir pada tahun 2012 dan mencakup lima sektor utama yaitu infrastruktur, community development, lingkungan, pembangunan ekonomi serta capacity building.
Irwandi mengharapkan agar bantuan MDF selanjutnya juga mencakup infrastruktur, pembangunan ekonomi, bantuan teknis dan dukungan untuk blueprint masterplan percepatan pembangunan Aceh ke depannya serta Aceh Hijau untuk memudahkan pemerintah dalam membawa Aceh ke arah yang lebih baik dari sekarang.
Gubernur juga menekankan bahwa visi Aceh Hijau yang dijalankan pemerintahannya telah berhasil menghentikan lima konsesi besar dari pemerintahan sebelumnya dimana lebih dari 500.000 hektar hutan Aceh telah dapat diselamatkan dari kerusakan.
Wakil Presiden Bank Dunia James W Adams menyambut baik harapan Gubernur Aceh, ia menyampaikan bahwa setelah melihat kondisi Aceh sekarang Bank Dunia sangat terkesan dengan kemajuan pembangunan di Aceh. menurutnya Aceh sekarang menuju ke arah yang positif.
“Saya pikir anda telah membawa Aceh ke arah yang positif, kami berharap kita dapat terus bekerjasama. kami sangat senang bila dapat membantu Aceh untuk selanjutnya,” kata Adams.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg serta Ketua Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh Ir, Iskandar Msc, Wapres Bank Dunia James W Adams juga menyampaikan bahwa apa yang diperoleh oleh Aceh saat ini memang belum cukup.
Ia mengharapkan Pemerintah Aceh dapat menyampaikan program-program yang akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh ke depannya untuk dapat dibantu dengan dukungan dana MDF selanjutnya.
Libatkan Sektor Swasta
Wakil Presiden World Bank (Bank Dunia) untuk kawasan Asia Pasifik, James W Adams mengaku sangat impresif dengan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami di Aceh, namun ke depan harus melibatkan sektor swasta.
“Dalam hal rekonstruksi, Pemerintah Aceh sudah sangat kooperatif, namun ke depan bagaimana untuk melibatkan sektor swasta,” katanya usai meninjau sejumlah proyek rehabilitasi dan rekonstruksi di Banda Aceh, Kamis.
James W Adams datang ke Aceh untuk meninjau sejumlah proyek yang didanai oleh Multi Donor Fund (MDF) di antaranya tempat pembuangan akhir (TPA) dan pengolahan kayu sisa tsunami serta kompos di Kampung Jawa Kota Banda Aceh yang dibantu oleh UNDP.
Ia juga meninjau sistem penanganan mitigasi banjir Kota Banda Aceh yang dibangun oleh Muslim Aids berupa rumah pompa di Lampaseh Kota. Muslim Aids dari dana MDF membangun tiga rumah pompa untuk menangani permasalahan banjir yang kerap melanda Kota Banda Aceh saat musim penghujan.
Adams juga meninjau proyek air bersih pada PDAM Siron Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Selama di Aceh,ia juga bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk membicarakan tentang pembangunan rehab rekon Aceh ke depan.
Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai proyek-proyek rehab rekon yang didanai oleh MDF direalisasikan dengan baik karena Aceh dinilai sebagai daerah yang cukup rumit untuk bekerja.
Secara umum, menurutnya program yang didanai oleh MDF berjalan cukup baik. Meskipun terdapat sejumlah tantangan terutama mengenai kualitas dan pengadaan logistik tapi tidak begitu berpengaruh.
Permasalahan yang ditemui Bank Dunia selama bekerja di Aceh tersebut diakuinya juga dialami oleh proyek lain di dunia. Bahkan apa yang dilakukan di Aceh lebih baik dari daerah lain. “Saya tidak katakan bahwa semua hal sempurna tapi apa yang sudah berjalan di Aceh ini sudah sangat baik,” katanya.
Bank Dunia masih akan ada di Aceh melalui MDF hingga 2012, namun tidak ada proyek baru tetapi hanya melanjutkan program yang sudah direncanakan sebelumnya.
Jaga Perdamaian Di Aceh
Wakil Presiden World Bank (Bank Dunia) James W Adams mengatakan komitmen pemerintah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan proses perdamaian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Indonesia sangat diuntungkan dimana komitmen pemerintah tinggi untuk keberlanjutan perdamaian termasuk menerima keterlibatan Martii Ahtisaari dalam menyelesaikan konflik di Aceh,” katanya di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan usai meninjau sejumlah proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang didanai Multi Donor Fund (MDF) di provinsi ujung paling barat di Indonesia tersebut.
Meskipun masih terdapat kendala dalam proses perdamaian, namun dibanding Srilanka yang juga mirip dengan Aceh yaitu terkena dampak tsunami maupun konflik tapi masalah tersebut belum terselesaikan.
Karena itu, menurutnya perlu komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan permasalahan di Aceh dan hal itu sudah ditunjukkan oleh kedua belah pihak yang dulunya bertikai. Bank Dunia melalui MDF memiliki sejumlah proyek rehab rekon pascatsunami termasuk rekonstruksi pascakonflik di Aceh.
Bank Dunia memprakarsai pelaksanaan kerja analitikal dalam memberikan dukungan dalam proses perdamaian.
Konflik yang telah berlangsung selama tiga dekade di Aceh, Bank Dunia telah melakukan kajian pada bulan sebelum MoU Helsinki yang melihat pilihan dalam menstabilkan proses perdamaian melalui tujuan pembangunan.
Dukungan Bank Dunia melalui Tim Konflik dan Pembangunan terhadap Badan Reintegrasi Aceh (BRA) mengembangkan media strategi reintegrasi jangka panjang serta menyediakan saran kebijakan pembangunan perdamaian dan reintegrasi sebagai anggota Forum Bersama (Forbes) ( ant )