A A
RSS
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Waspadai Flu Babi

Sel, Apr 28, 2009

Medan

MEDAN (Berita): Flu Babi (Swine Flu) belum ditemukan di Sumut. Meski begitu kewaspadaan tetap ditingkatkan menangkal celah-celah masuknya virus ini dengan berbagai upaya strategis, khususnya melalui Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan dan instansi-instansi terkait pada pintu masuk seperti pelabuhan laut dan bandar udara.

Kadis Kominfo Sumut Drs H Edi Sofiyan MAP didampingi Kadis Peternakan Sumut Drh Hj Teti Lubis dan Kadis Kesehatan Sumut dr Chandra Syafii mengatakan hal itu kepada wartawan di Dinas Kominfo Sumut di Medan, Senin [27/04] siang.

“Sejauh ini Sumut masih aman dari flu babi, termasuk virus yang berkoalisi dengan virus lainnya yang bisa menular kepada manusia. Meski begitu, kewaspadaan tetap dilakukan. Artinya, bagi mereka yang mengonsumsinya masih aman apabila dimasak sampai suhu 70 derajat celcius,” jelas Kadis Peternakan Sumut.

Teti menyebutkan, tanda-tanda babi itu terserang flu babi antara lain bersin bersin, batuk, sesak nafas. Sebenarnya, flu babi ini sudah ada sejak lama. Namun, flu babi yang berasal dari Mexico merupakan “flu berkoalisi” dengan beberapa virus. Berbeda dengan flu burung. Virus Flu Babi ini dapat tertular melalui udara.

Namun, kita harus tetap mewaspadainya dari ancaman virus tersebut. “Flu babi ini telah menyerang Mexico. Ini harus kita waspadai meski pun Sumut dan Indonesia masih aman dari virus tersebut.

Yang perlu diketahui bagi para peternak babi tetap menjaga kebersihan kandang ternaknya. Seluruh pakaian yang dikenakan ketika berhubungan dengan ternak itu harus dicuci bersih dan pakaian itu jangan dibawa ke rumah. Tak kecuali membersihan seluruh tubuh,” ujar Teti Lubis.

Teti mengatakan sebagai dinas teknis pihaknya tetap akan memperhatikan keberlangsungan peternak di Sumut. “ Sebagai dinas teknis pihak kami tetap akan memperhatikan peternak. Karena itu merupakan salah satu tulang punggung ekonomi mereka. Termasuk peternakan-peternakan menengah dan besar di daerah ini menjadi pemasok devisa,” ujar Teti seraya mengemukakan upaya antisipasi terus dilakukan apalagi Sumut merupakan salah satu produsen ternak babi.

Menurut Teti pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kondisi ini jangan dimanfaatkan secara tidak baik oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan keresahan di kalangan peternak dan konsumen.

Sehungan itu, ujar Kadis Kominfo, Gubsu mengeluarkan himbauan kepada kabupaten/ kota untuk memperketat lalu lintas ternak babi dan pakan ternak itu dari luar yang akan masuk ke daerah ini.

Kadis Kesehatan Sumut juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada menemukan tanda-tanda yang dicurigai gejala flu babi agar segera melaporkan kepada Posko KLB Direktorat Jenderal PP/ PL Telepon 021-4257125. (lin)

Comments are closed.