Gunung Slamet Keluarkan 13 Kali Letusan

Purwokerto ( Berita ) : Gunung Slamet, Jawa Tengah, mengeluarkan 13 kali letusan asap berwarna putih kecoklatan dan berwarna hitam sejak statusnya ditingkatkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) Kamis (23/4), pukul 18:00 WIB.

“Berdasarkan pengamatan kami pada Kamis (23/4) sejak pukul 18:00 WIB hingga 24:00 WIB, telah terjadi letusan asap berwarna putih kecoklatan dan berwarna hitam dengan ketinggian 200-600 meter,” kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Slamet Gambuhan di Pemalang, Sukedi, saat dihubungi ANTARA dari Purwokerto, Jumat [24/04] . Selain itu, Gunung Slamet juga mulai menyemburkan lava pijar sejak Kamis (23/4) setiap 20 menit sekali.

Namun sejak pukul 01:00 WIB dini hari tadi, frekuensi semburan lava pijar setinggi 50-300 meter itu bertambah. Semburan lava pijar tersebut muncul hampir lima menit sekali.

Menurut Sukedi, semburan lava pijar itu disertai hembusan asap sulfatara berwarna hitam yang membawa material berupa abu vulkanik. Disinggung mengenai kemungkinan penurunan atau peningkatan aktivitas, dia mengatakan, hal itu masih terus dipantau. “Kita akan terus memantau setiap perkembangan yang terjadi,” katanya.

Seperti yang diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung meningkatkan status Gunung Slamet di Jawa Tengah dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) sejak Kamis (23/4) pukul 18:00 WIB.

“Berdasarkan data visual, kegempaan dan temperatur air panas, maka terhitung sejak 23 April 2009 pukul 18.00 WIB status Gunung Slamet ditingkatkan dari waspada menjadi siaga,” kata Kepala PVMBG Bandung, Surono, saat dihubungi ANTARA dari Purwokerto

Menurut dia, letusan dari Gunung Slamet berpotensi terjadinya hujan abu yang melanda Kecamatan Bojong dan Bumijawa di Kabupaten Tegal, dan Kecamatan Pulosari di Kabupaten Pemalang (Jateng).

Meski statusnya telah siaga, kata dia, belum perlu dilakukan pengungsian warga.

Gunung Slamet merupakan gunung api strato berbentuk kerucut dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini secara administratif berada di lima wilayah kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. ( ant )