Lima Kecamatan Di Serang Endemis “Kaki Gajah”
Serang ( Berita ) : Lima kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, saat ini masih dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah (filariasis), karena tahun 2008 ditemukan lima kasus dibandingkan sebelumnya tiga penderita.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr H Agus Gusmara, Rabu [18/02] , mengatakan, kelima daerah endemis kasus penyakit kaki gajah antara lain Kecamatan Gunungsari, Tirtayasa, Kibin, Ciruas dan Cikande.
Hingga saat ini, daerah tersebut belum dilakukan pengobatan massal pencegahan penyakit kaki gajah karena keterbatasan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Selama ini, petugas Dinas Kesehatan, Kabupaten Serang hanya mengobati bagi penderita klinis penyakit kaki gajah. “Saya khawatir penyebaran penyakit kaki gajah itu, meluas menyusul tidak adanya dana pengobatan massal itu,” katanya.
Menurut dia, setiap tahun warga yang tinggal di daerah endemis kaki gajah selalu ditemukan kasus baru. Penemuan kasus baru tersebut sudah sangat mengkhawatirkan, karena warga belum mendapat pengobatan massal untuk mencegah penularan kaki gajah.
Sebab, penyakit kaki gajah disebabkan cacing filariasis yang disebarkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk, apabila cacing itu masuk ke tubuh manusia tentu dapat menyebabkan kaki sampai paha membengkak hingga mengeras jika tidak diobati.
Oleh karena itu, untuk mencegah meluasnya penyakit kaki gajah harus dilakukan pengobatan pada seluruh warga di daerah endemis dengan memberikan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC), Albendazole, dan vitamin B6. “Pengobatan massal itu dilakukan setiap tahun secara berturut-turut hingga lima tahun sehingga tidak menyebarkan kepada warga lainya,” ujarnya.
Meskipun penyakit kaki gajah tidak menimbulkan kematian, namun berdampak terhadap produktivitas penderita. Bahkan, jika tidak diobati kemungkinan penderita bisa mengalami kematian. Penyakit kaki gajah ini bersifat menahun dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat tetap berupa pembesaran kaki dan lengan. “Saya berharap pemerintah daerah agar melaksanakan pengobatan massal karena sampai saat ini di Kabupaten Serang belum pernah dilakukan akibat tidak adanya dana itu,” ujarnya. ( ant )