Ir Erna Witoelar: Daur Ulang Sampah Harus Disosialisasikan Di Seluruh Indonesia

Erna Witoelar
MEDAN (Berita): Semangat, dan jangan pernah berhenti untuk terus mensosialisasikan metode daur ulang sampah kepada masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu, karena pendauran ulang sampah ini sangat membantu didalam kehidupan rumah tangga, masyarakat kota, daerah maupun pemerintah Indonesia sehingga semua golongan mulai terbiasa bebas dari sampah dan memahami pemanfaatan sampah.

Hal tersebut diungkapkan mantan Menteri Pemukiman dan Prasarana Ir Erna Witoelar saat melakukan talk show disalah satu stasiun televisi di Jakarta bersama Ny Hj Dewi Budiati TJ Said, Selasa kemarin.

Dalam kesempatan itu, isteri dari Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia bersatu Rahmat Witoelar terus memberikan motivasi yang sangat luar biasa. Dalam perhatiannya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, Erna Witoelar mengagumi hasil karya metode daur ulang sampah yang diprakasai Ny Hj Dewi Budiati TJ Said.

“Sangat luar biasa dan takjub sekali.Pendauran ulang sampah ini harus segera dipasarkan. Sebagai aktivis lingkungan hidup, saya sangat mendukung metode ini. Ny Dewi harus terus mensosialisasikan kepada masyarakat, tidak hanya di Medan maupun Jakarta tetapi seluruh masyarakat Indonesia dan jangan pernah berhenti untuk memberikan serta mengajarkan cara mendaur ulang sampah. Sebab ini merupakan gagasan yang menarik untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan lingkungan hidup yang sehat,bersih, serta memberikan peluang bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Erna Witoelar seraya menambahkan tidak perlu di jelaskan lagi apa yang sudah terjadi di Indonesia mengenai sampah, karena dirinya paham atas permasalahan itu, bila ada seseorang yang mampu memanfaatkan sampah menjadi barang-barang yang sangat berharga maka orang tersebut dikatakan seorang pahlawan lingkungan, seperti Ibu Dewi Budiati TJ Said.

Kekaguman Erna Witoelar terlihat saat ia menyaksikan hasil daur ulang sampah yang diprakasai Ny Dewi. Rasa terharu tampak terjadi saat Ny Hj Dewi Budiati menjelaskan daur ulang sampah ini dilakukan untuk membantu masyarakat agar menambah keterampilan dan wawasan, dan daur ulang sampah ini belum pernah di perjual belikan walaupun sudah berjalan selama satu tahun, namun Ny Dewi terus melakukan demo daur ulang sampah dimana saja.

Ir Erna Witoelar yang pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Pendiri Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) ini mengatakan akan membantu memasarkan hasil daur ulang sampah karena dirinya menganggap metode ini merupakan metode yang sangat mampu menyadarkan masyarakat terhadap sampah.

“Saya akan membantu memasarkan produk daur ulang sampah ini.Hasilnya sangat menarik dan luar biasa sekali. Saya sangat terkesima saat Ibu Dewi menunjukan karyanya. Pahlawan lingkungan seperti Ibu Dewi harus kita dukung, memberikan motivasi agar tidak henti-hentinya terus berjuang mensosialisasikan daur ulang sampah kepada masyarakat,” ujarnya dengan mata berbinar atas kekagumannya terhadap hasil daur ulang sampah dan menginginkan hasil daur ulang sampah tersebut dapat dijual sehingga hasil dari pendauran ulang sampah tersebut dapat membantu dan membuka peluang bagi mereka yang nantinya akan mempelajari cara mendaur ulang sampah.

Dijelaskanya, terkadang sampah tidak dibutuhkan lagi maka umumnya manusia kurang memperhatikan bagaimana menyingkirkan sampah dengan baik dan benar, ada kalanya sampah itu dibiarkan pada tempat tertentu atau dibuang pada tempat yang tidak dibenarkan sehingga akan mengakibatkan suatu ancaman bagi lingkungan hidup.

Bahkan,lanjutnya sampah-sampah itu dapat mendatangkan sebuah bencana yang dengan sekejap mampu meluluhlantakan bumi ini. Jadi, jika masyarakat menyadari maksud dan tujuan menggunakan sampah sebagai proses daur ulang kreatifitas kegiatan maka akan membina para kaum lemah dan para pengangguran serta masyarakat lainnya agar lebih produktif dalam pemanfaatan sampah.

Selain itu, karena kekagumannya, Erna Witoelar meminta Ny Dewi untuk mengirim hasil daur ulang sampah yang telah menjadi barang-barang yang unik serta menarik sekaligus meminta sample daur ulang yang belum jadi.

“Saya ingin membeli hasil daur ulang sampah yang diprakasai Ibu Dewi, tapi beliau menolaknya, dan memberikannya secara gratis kepada saya. Wah, saya bangga melihat Ibu Dewi yang begitu semangat dalam menyukseskan lingkungan bersih dan sehat melalui pendauran ulang sampah,” katanya lagi sambil memberikan alamat kemana hasil daur ulang sampah itu harus dikirim.

Sementara itu,Ny Hj Dewi Budiati TJ Said merasa terharu saat berjumpa dengan orang yang sangat diidolakannya itu. Ny Dewi tidak henti-hentinya memberikan penjelasan tentang tujuan dan motivasinya dalam melakukan daur ulang sampah kepada wanita yang lahir di Danau Tempe, Sulawesi Selatan, 6 February 1947 itu.

“Keinginan saya untuk bisa bertemu dengan beliau akhirnya terkabulkan juga.Saya tidak menyangka akan bertemu dengan seorang wanita yang hebat, dan energik.

Beliau memberikan motivasi agar proses daur ulang sampah ini terus disosialisasikan hingga keseluruh Indonesia. Saya siap melakukan dan memajukan proses pendauran ulang sampah kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Karena bagian yang terpenting dari tujuan ini adalah Indonesia harus bersih,” ungkap Ny Hj Dewi Budiati dengan meneteskan airmata karena tidak sanggup menahan rasa haru terhadap ibu yang memiliki tiga putra Aria Sulhan Witoelar, Surya Cipta Witoelar dan Wirya Takwa Witoelar itu.(yen)

Comments are closed.