47.000 Eks Pengungsi Harapkan Kepedulian Pemerintah


Manado ( Berita ) :  Sebanyak 47.000 warga eks pengungsi dari Maluku, Maluku Utara (Malut) dan Poso (Sulawesi Tengah), mengharapkan kepedulian pemerintah untuk mengganti semua bantuan sosial sejak tahun 2002 hingga sekarang yang tidak tersalurkan secara merata.

“Hak bantuan sosial yang diberikan pemerintah pusat kepada eks pengungsi di Sulut tidak pernah dirasakan hingga sekarang, sehingga pemerintah perlu memperhatikan persoalan itu,” kata Koordinator eks pengungsi di Sulut Robby Kalew di Manado, Jumat [09/01].

Walaupun sebagian besar eks pengungsi sudah menetap di Sulut, namun kehidupan sosial yang dijalani sejak mengungsi ke daerah itu masih memprihatinkan.

Kalew yang juga Ketua Forum Suara Masyarakat Miskin itu menduga ada unsur korupsi di instansi yang menangani bantuan sosial bagi pengungsi yang tidak tersalur baik karena dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Pihaknya sudah pernah melaporkan persoalan tersebut ke pemerintah hingga kejaksaan guna mengusut dugaan korupsi bantuan sosial itu, seperti determinasi dari Departemen Sosial dan bantuan lainnya.

Menurut dia, dari 47.000 eks pengungsi dari Maluku, Maluku Utara (Malut) dan Poso akibat konflik horizontal pada tahun 1999 hingga 2000, sebagian kecil sudah mendapatkan tempat tinggal layak dengan program transmigrasi.

Sementara sebagian besar eks pengungsi tersebar di Manado, Bitung, dan Minahasa belum memiliki tempat representatif sehingga memilih menumpang di rumah-rumah warga atau lokasi bangunan milik pemerintah. (ant )

Comments are closed.