PITI Kecam Keras Aksi Serangan Israel
Jakarta ( Berita ) : Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) mengecam dan mengutuk keras aksi serangan pesawat tempur Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir sekitar 300 jiwa dan ratusan lainnya luka-luka masyarakat sipil Palestina.
“Walaupun kami tidak bergerak di politik, dengan logika yang wajar jelas siapa pun tidak akan setuju dengan aksi “biadab” dan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan Israel tersebut,” kata Ketua Umum DPW PITI DKI Jakarta Syarif Tanudjaja di Jakarta, Senin [29/12] .
Syarif mengatakan sebagai organisasi dakwah Islam PITI turut berduka cita terhadap para masyarakat Palestina yang telah menjadi korban serangan pesawat tempur
Dukungan dari berbagai umat muslim di dunia sangat diperlukan untuk mewujudkan jalinan solidaritas bantuan terhadap masyarakat Palestina.
“Masyarakat Palestina saat ini kondisi psikologisnya sangat membutuhkan bantuan dukungan pangan dan obat-obatan. Semoga para syuhada Palestina yang tewas diterima di Surga-Nya,” harapnya.
Dengan kejadian ini, Syarif juga berharap umat muslim di dunia bisa bersatu demi menjaga kerukunan hidup antar umat beragama di dalam hubungan dunia internasional.
Syarif juga bisa memahami banyak umat muslim yang berhasrat pergi ke Palestina untuk menjadi relawan dengan tujuan berjihad membantu sesama umat Islam. “Umat Islam adalah cinta perdamaian dan kesatuan. Saya pribadi hanya berharap bantuan ke Palestina yang tepat saat ini adalah keperluan pangan dan obat-obatan bukan tenaga relawan jihad karena ini penting,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Departemen Kesehatan (Depkes) menyiapkan bantuan obat-obatan senilai Rp2 miliar kepada bangsa Palestina sebagai dampak serangan Israel atas negara yang diinvasinya itu dan mengakibatkan jatuhnya ratusan korban sipil maupun para pejuangnya.
“Pemerintah RI, dalam hal ini Menteri Kesehatan (Menkes) segera mengirimkan bantuan obat-obatan senilai lebih Rp2 miliar atau 200 ribu dolar AS, dan tentu saja akan berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri (Deplu),” kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes dr Rustam S Pakaya. ( ant )


Share on Facebook


Sel, Des 30, 2008
Nasional