KNRP Desak Pemerintah Lakukan Tindakan Riil Untuk Palestina


Jakarta ( Berita ) :  Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengeluarkan resolusi yang meminta pemerintah segera melakukan tindakan nyata/riil untuk menghentikan serangan Israel yang menewaskan lebih dari 300 orang warga Palestina.

“Atas tindakan biadab zionis Israel ini,  kami mengeluarkan resolusi yang meminta agar pemerintah Indonesia juga dunia segera melakukan tindakan riil untuk menghentikan serangan Israel dan membantu rakyat Palestina,” kata Ketua KNRP, Soeripto, di Jakarta, Senin [29/12] .

Soeripto mengatakan dalam resolusi tersebut KNRP menyayangkan sikap dunia yang hingga saat ini belum melakukan tindakan nyata  untuk menghentikan serangan Israel di Palestina dan membantu rakyat Palestina yang tercatat 300 orang gugur sahid.

Selain itu, , 1.000 orang sipil terdiri atas perempuan dan anak-anak terluka, dan rusaknya berbagai fasilitas umum seperti gedung pemerintahan, sekolah, rumah sakit, stasiun televisi, akibat serangan pesawat tempur Israel.

Dalam resolusi tersebut.  KNRP juga mengutuk dan mengecam zionis Israel yang hingga saat ini belum juga mengakhiri serangan tetapi justru bersiap melakukan serangan lewat darat, dengan mengerahkan 6.500 prajurit pasukan infantri dan kaveleri juga 100  lebih tank ke arah Palestina.

Ia mengatakan KNRP juga meminta pemerintah Indonesia melalui Deplu untuk dapat memberikan bantuan berupa obat-obatan secara langsung bagi rakyat Palestina.

 

DK. PBB

Resolusi juga meminta pemerintah agar segera melakukan lobi politik dan diplomasi baik di tingkat nasional dan internasional, mendesak PBB agar Dewan Keamanan dapat segera melakukan hal konkret membantu rakyat Palestina.

Selanjutnya KNRP juga meminta agar Mahkamah Internasional memberikan hukuman kepada Israel dengan menetapkan pimpinannya sebagai penjahat perang, kata Soeripto.

“Paling lambat dalam dua hari jika Deplu mengeluarkan izin kita akan berangkat. Berapa lama kita d sana, selama izin yang diberikan pemerintah Mesir juga,” ujar dia.

Soeripto mengatakan akan mempertanyakan alasan pemerintah jika sampai tidak memfasilitasi 20 pimpinan dari KNRP beserta LSM dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya untuk dapat memasuki Palestina melalui Mesir untuk memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar yang telah berhasil dikumpulkan.

Sementara itu, menurut Chief Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Sarbini Abdul Murad, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga satu-satunya jalan untuk mengirimkan bantuan adalah hanya melalui Mesir.

Relawan sebanyak 100 orang yang dipersiapkan untuk ikut memberikan bantuan ke Palestina memang tidak hanya bertugas membantu secara medis tetapi juga membantu pembangunan berbagai fasilitas umum yang diperlukan rakyat Palestina, katanya. ( ant )

 

Comments are closed.