Ny Naya Miraza: Orangtua Pengawal Utama Anak
“Orangtua merupakan pengawal utama anak,” kata Ny Naya Miraza, pengamat etiket kepribadian dalam ceramahnya di hadapan ibu-ibu Dharma Wanita, Bhayangkari dan Ormas kewanitaan Kabupaten Deliserdang di Balairung, Kompleks Kantor Bupati Deliserdang Jalan Medan Lubukpakam kemarin.
Ny Naya mengingatkan orangtua, terutama ibu-ibu jangan sampai lalai terhadap anaknya. Sebab kalau mau menciptakan anak yang sholeh berilah tauladan yang baik pada anak. Kalau anak-anak sudah dididik dengan baik maka biasanya akan menjadi anak yang berguna.
Ia mengatakan sebagai ibu juga berfungsi pencari kerja buat keluarga. Semua itu memang tak ada salahnya. Namun sekarang tak menutup mata banyak anak-anak yang pengawasan dari orangtuanya sudah kendor. Padahal perlindungan anak penting sekali bagi masa depannya. “Berikanlah hidupmu pada anak,” kata isteri Prof Bachtiar Hassan Miraza ini.
Selaku ibu rumah tangga, Ny Naya juga masa anak-anaknya masih kecil disibukkan dengan berbagai organisasi seperti Ketua Dharma Wanita di Fakultas Ekonomi USU, dosen, usaha salon dan sebagainya. Tapi dalam kesibukan itu, Ny Naya tetap membuat keseimbangan 50 persen buat karir di luar rumah dan 50 persen buat anak-anak dan keluarganya. Dengan demikian, anak-anak tidak kehilangan kontak dan pengawasan dari orangtua yang super sibuk.
Semua ibu tentu menginginkan anak yang kita lahirkan kelak menjadi anak yang berguna. Oleh karena itu, tambah Ny Naya, kawallah anak agar tidak menyimpang, jaga pergaulannya agar tidak rusak.
Contoh pergaulan menyimpang adalah anak perempuan menjadi kelaki-lakian dan anak laki-laki seperti wanita. Jika perilaku menyimpang ini tidak diketahui orangtua sejak dini maka anaknya akan menjadi tidak normal hidupnya.
“Anak yang berperilaku menyimpang tidak akan menjadi anak yang baik bagi masa depan bangsa dan negaranya,” kata Ny Naya.
Menurut Ny Naya, anak adalah permata yang lebih utama daripada harta kekayaan. Rawatlah anak melebihi harta dan jangan karena harta anak menjadi merana. Berikanlah pendidikan yang baik dan jadikan anak permata yang berharga. Maksudnya, anak yang berguna bagi kedua orangtua, bangsa dan negara.
Ia menilai bila orangtua lalai maka lingkungan akan mengendalikan anak tersebut. Jadi waspadalah terhadap masalah lingkungan ini. Di dalam rumah sudah kacau ditambah luar rumah kacau balau maka dalam sekejap anak itu akan hancur hidupnya. “Keberhasilan anak ditentukan oleh lingkungan di mana anak itu bergaul,” katanya.
Ny Naya juga mengingatkan kepada orangtua agar selalu waspada terhadap anak yang selalu mengurung diri dan membawa teman-temannya ke dalam kamar dengan alasan belajar. Padahal, di dalam kamar itu si anak dan teman-temannya bukannya belajar, melainkan berpesta pora melakukan hal negatip seperti menonton video seks. Bagi orangtua yang anaknya bermasalah, menurut Ny Naya, tidak kata terlambat untuk memperbaiki. Jangan berputus asa dan mohonlah ada Tuhan. (wie)