Muslimah Hizbut Tahir Demo Di Mataram


Mataram ( Berita ) :  Muslimah Hizbut Tahir Indonesia, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyeru perempuan Indonesia  untuk meninggalkan  perangkap demokrasi yang menopang penjajahan kapitalisme global.

Seruan tersebut disampaikan juru bicara Hizbut Tahir Indonesia, NTB,  Febirianti Abassuni ketika berunjuk rasa di gedung DPRD NTB di Mataram, Jumat [19/12] .

Sebelum datang ke gedung dewan, sekitar 150 anggota Muslimah Hizbut Tahir berjalan keliling kota Mataram dengan membawa sepanduk sehingga memacetkan lalu lintas.

Dikatakan, demokrasi tidak menjamin terpilihnya penguasa yang memiliki ideologi Islam dan kepabel dalam memimpin menuju bangsa besar, kuat dan terdepan.

Untuk itu, diperlukan pencerdasan politik pada rakyat agar mampu mewujudkan Indonesia menjadi bangsa besar, kuat dan terdepan dan  demokrasi saat ini telah membuka lebar-lebar jalan ‘terbelinya’ pemimpin oleh kaum kapitalis global.

Muslimat Hizbut Tahir terus memperjuangkan syariah dan khalifah karena dengan syariat kita telah mendapatkan ideologi Islam yang bersumber dari sang pencipta.

Dia menjelaskan, Islam menetapkan bahwa kekayaan yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti bahan bakar, listrik, air bersih, pelabuhan dan lainnya merupakan milik seluruh rakyat dan dikelola oleh negara dan dengan ini negara dapat menjdikan lapangan pekerjaan  yang layak kepada masyarakat.

Dengan demikian akan dapat terpenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan disamping itu negara juga dapat menyediakan pendidikan gratis/murah dan berkualitas, jaminan keamanan kepada tiap individu rakyat.

Menurut dia, Islam menutup peluang berkembangnya perekonomian non riil. Islam mengharamkan riba dan spekulasi bursa saham. Selain itu, Islam hanya menempatkan uang sebagai alat tukar, bukan komoditi perdagangan. “Hal ini menutup kemungkinan peredaran uang ke transaksi-transaksi yang tidak berkaitan dengan kesejahteraan rakyat,” katanya. ( ant )

Comments are closed.