SBY Resmikan Monumen Jenderal Sudirman Di Pacitan


Solo ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan tanggal 15 Desember 2008 meresmikan Monumen Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman di Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suwarno mengatakan itu di sela-sela menyaksikan latihan fragmen kolosal lintas sejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman, di Stadion Sriwedari Solo, Kamis [11/12].

Fragmen kolosal lintas sejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan sutradara Letkol Infanteri Sadputro Adi Nugroho itu didukung oleh 1.773 personel yang nantinya akan dipentaskan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan monumen tersebut.

Dalam acara tersebut selain untuk peresmian monumen tersebut sebelumnya juga akan diadakan upacara memperingati Hari Ulang Tahun Angkatan Darat (Hari Juang Kartika).

Kawasan utama seluas sembilan hektare, di tempat itu telah berdiri sebuah patung Panglima Besar Jenderal Sudirman dan pagar tembok keliling dilengkapi dengan relief perjuangan peperangan di masa kemerdekaan, sementara itu kawasan kedua luasnya sekitar 60 hektare yang pembangunannya dilakukan secara bertahap.

Melalui fragmen kolosal ini diharapkan akan bisa memberikan pelajaran kepada generasi muda khususnya nilai-nilai juang untuk bangsa dan negara, kata Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suwarno.

Letkol Infanteri Sadputro Adi Nugroho yang juga sebagai Damdim 0735 Surakarta, mengatakan, untuk menggelar fragmen kolosal ini melibatkan sebanyak 1.773 personil, mereka berasal dari TNI, Polri, seniman, masyarakat, pelajar asal daerah Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Dalam fragmen kolosal tersebut menggambarkan ceritera mengenai masalah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang dimulai sejak masih belajar menjadi Pandu di daerah Banyumas, Jawa Tengah, sampai berhasil merebut kembali Kota Yogyakarta.

Untuk itu mengenai ceritera fragmen ini dimulai dari ketika Panglima Besar Jenderal Soedirman belajar jadi Pandu, terus masuk Tentara Peta yang waktu itu sering mencuri makanan dan dibagi-bagikan kepada rakyat yang kelaparan.

Panglima besar Jenderal Soedirman hingga tertangkap dalam mencuri makanan tersebut dan terus dilakukan pembuangan di Bogor, yang sebenarnya mau dibunuh, tetapi belum terlaksana Nagasaki dan Hirosima di bom atom oleh tentara sekutu.

Setelah itu Panglima Besar Jenderal Sudirman pada tahun 1947 pada agresi pertama memimpin pertempuran gerilya yang telah mendapat perintah dari Presiden Soekarno dan di Nawangan, Pacitan yang menjadi tempat persembunyian untuk melakukan perang gerilya tersebut.

Fragmen kolosal tersebut yang melibatkan sebanyak 1.773 personel ini akan memakan waktu sekitar 30 menit. ( ant )

 

Comments are closed.