PBSI Sumut Agar Selesaikan Masalah Internal


Medan ( Berita ) :  Pengurus provinsi (Pengprov) PBSI Sumut diminta agar secepatnya menyelesaikan masalah internal yang sedang terjadi di tubuh kepengurusan PBSI Medan.

Kepengurusan dualisme di PBSI Medan agar segera dituntaskan sehingga tidak berlarut-larut yang akhirnya akan merugikan pembinaan atlet,” kata Wakil Ketua Pembinaan Prestasi KONI Sumut, Prof Dr. Agung Sunarno di Medan, Senin [01/12].

Hal itu dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai terjadinya dualisme kepengurusan PBSI Medan, yakni HM. Subandi dan Ahmad Thamrin.

Agung mengatakan, untuk menyelesaikan “kemelut” yang sedang terjadi itu, merupakan tanggungjawab PBSI Sumut, tidak mungkin dilakukan oleh pihak luar yang tidak mengetahui permasalahan tersebut.

PBSI Sumut agar bertindak bijaksana menyelesaikannya agar tidak ada yang merasa dirugikan dan juga tidak ada diuntungkan. Pokoknya PBSI Sumut harus benar-benar “fair” dalam menyikapinya, ujar Agung yang juga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed.

Ketika ditanyakan bagaimana solusi penyelesaian masalah itu, Agung mengatakan, sangat mudah dan pihak PBSI Sumut agar tetap  mengacu pada AD/ART yang berlaku.

PBSI Sumut agar mengikuti saja prosedur yang berlaku dan masalah yang sedang terjadi di PBSI Medan dapat dituntaskan dengan baik, sehingga tidak akan ada benturan.

Sebenarnya, masalah di PBSI Medan itu, hanya karena kurangnya koordinasi diantara sesama pengurus dan Pengprov PBSI Sumut dapat menyelesaikannya dengan baik,” kata Prof Agung.

Subandi terpilih menjadi Ketua Umum PBSI Medan melalui Muscab, namun tidak diakui oleh Pengprov Sumut, karena dinilai melanggar AD/ART PBSI khususnya menyangkut jabatan rangkap.

Lalu Pengrov PBSI Sumut menggelar Muscablub dan Ahmad Thamrin terpilih Ketua Umum PBSI Medan.

Masalah dualisme kepengurusan itu mencuat setelah Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Johanes IW mempertanyakan logo PBSI saat PBSI Medan pimpinan Subandi menggelar Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka “Bintang Pelajar” di Gelanggang Remaja, baru-baru ini. ( ant )

Comments are closed.