Presiden India Ke Bali Sebelum Kunjungan Resmi


Denpasar ( Berita ) :  Presiden India, Pratibha Devisingh Patil beserta rombongan berjumlah 60 orang, mengunjungi Bali sebelum secara resmi mengadakan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

“Tamu negara yang menumpang pesawat khusus itu akan mendarat di Bandara Ngurah Rai, nanti malam,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Drs I Nyoman Puasha Aryana, M.Si di Denpasar, Jumat [28/11].

Ia mengatakan, kedatangan tamu negara tersebut di Pulau Dewata akan disambut Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa dan pejabat muspida provinsi setempat lainnya.

Rombongan Presiden India, 30 orang di antaranya wartawan, setelah istirahat sejenak di ruang khusus untuk tamu-tamu penting di Bandara Ngurah Rai, selanjutnya menuju sebuah hotel antarbangsa di kawasan Jimbaran, 35 km selatan Denpasar.

Keesokan harinya Sabtu (29/11) rombongan tamu negara dijadualkan mengunjungi obyek wisata Taman Ayun di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Pura Taman Ayun merupakan salah satu dari tiga kawasan di Bali yang diusulkan pemerintah Indonesia menjadi warisan budaya dunia. Dua kawasan lainnya masing-masing persawahan berundak di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan dan kawasan sepanjang Sungai Pakerisan Kabupaten Gianyar.

Puasha Aryana menambahkan, Gubernur Bali Mangku Pastika pada malam hari menjamu Presiden India dan rombongan di Jaya Sabha, sebelum keesokan harinya Minggu (23/11) menuju Jakarta.

Kunjungan kenegaraan Presiden India Pratibha Devisingh Patil ke Indonesia menurut keterangan Departemen Luar Negeri RI berlangsung sepekan hingga 3 Desember mendatang.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama RI dengan India terutama di bidang politik, ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata.

Kedua Kepala Negara dijadwalkan menyaksikan penandatanganan empat Nota Kesepahaman (MoU) dalam bidang kerjasama Pemuda dan Olah Raga, Minyak dan Gas, Pertanian, serta Program Pertukaran Pendidikan.

Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah yang panjang, yang dimulai sejak berabad-abad lampau ketika pengaruh budaya dan agama dari India masuk ke bumi Nusantara.

Pada tahun 1951, Indonesia dan India menandatangani Perjanjian Persahabatan sebagai langkah awal membina hubungan persahabatan kedua negara dan pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955, India merupakan salah satu negara co-sponsor dari pertemuan yang sangat bersejarah tersebut.

Upaya memelihara dan meningkatkan hubungan baik kedua negara dan bangsa mencatat babak baru melalui kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke India November 2005.

Pada kunjungan tersebut, kedua negara sepakat untuk membentuk New Strategic Partnership (Strategi Kemitraan Baru) guna mempelajari dan mewujudkan potensi kerjasama menjadi realita yang saling menguntungkan.

Kedua negara juga memiliki forum Komisi Bersama tingkat Menteri guna mengefektifkan kerjasama bilateral.

Di bidang ekonomi, nilai investasi India di Indonesia pada tahun 2007 bernilai 96,5 miliar dolar AS pada 44 proyek di berbagai sektor antara lain tekstil, otomotif dan jasa.

Sementara itu, menurut data Departemen Perdagangan volume perdagangan bilateral tahun 2007 mencapai lebih dari 6,55 miliar dolar AS atau naik dari tahun 2006 yang tercatat sekitar 4,80 miliar dolar AS.

Sedangkan volume perdagangan tahun 2008, antara bulan Januari-Juni, dilaporkan sudah mencapai 5,02 miliar dolar AS. Pada tahun 2005, Kepala Pemerintahan kedua negara sepakat menargetkan volume perdagangan ke angka 10 miliar dolar AS pada tahun 2010. ( ant )

 

Comments are closed.