Sejumlah Jemaah Keluhkan Layanan Transportasi


Mekkah ( Berita ) :  Sejumlah jemaah yang tinggal di kawasan Aziziah, sekitar empat kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah, mengeluhkan pelayanan transportasi yang diberikan perusahaan penyedia bus.

mekkah.jpg


USAI SALAT :  Ratusan ribu jemaah dari seluruh penjuru dunia bertebaran menyelesaikan urusannya masing-masing usai melakukan salat Jumat di Masjidil Haram, Mekah Arab Saudi, Jumat (21/11). Jemaah haji Indonesia saat ini telah mencapai 130.226 orang yang memasuki Arab Saudi atau 58% dari keseluruhan 214.204 orang yang akan tiba hingga 2 Desember mendatang . (ant)

 

“Bus untuk maktab kami kelihatannya kurang, waktu kami ke posko seringnya bus tidak ada.  Akhirnya pulang pergi ke masjid kami naik taksi.  Lumayan bayarnya, sampai 20 riyal.  Kalau seperti ini terus ya kasihan yang tidak bawa uang banyak,” kata Kamal Priyatna (47), anggota jemaah haji dari kelompok terbang 14  embarkasi Jawa Barat, ketika ditemui di rumah nomor 458 Maktab 28 yang berada di kawasan Aziziah pada Sabtu [22/11] .

Keluhan serupa juga dikemukakan penghuni Maktab 28 yang lain seperti Nur Ikhwansyah (48) dan Amin Sudyartomo (60) dari kelompok terbang 14 embarkasi Jawa Barat serta Supirmo (70), jemaah asal Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   “Transportasinya belum lancar.  Masih susah dapat bus.  Jadi terpaksa harus naik taksi,” kata Supirmo.

Menurut pensiunan Perum Peruri itu, pengemudi bus untuk jemaah sering tidak ada di tempat ketika dibutuhkan sehingga akhirnya jemaah berusaha mencari sarana transportasi lain seperti taksi atau bus reguler menuju ke Masjidil Haram.

“Sopir kadang juga minta uang.  Tadi pagi sopir bus yang saya tumpangi minta satu riyal kepada penumpang.  Tapi saya tidak kasih,” tambah Nur Ikhwansyah, yang tiba di Mekah tanggal 16 November lalu.

Namun penghuni Maktab 28 lain, Andi Suhandi (55), yang baru sampai di Mekah pada Jumat dini hari, mengatakan pihaknya masih bisa menikmati fasilitas transportasi yang biaya sewanya dibayar oleh pemerintah itu.

“Alhamdulilah kami tidak mengalami kesulitan.  Tadi saya lapor ke sektor untuk mendapatkan bus dan katanya sekarang bus sedang menuju kemari,” kata Ketua Kelompok Terbang 23 embarkasi Jawa Barat itu diantara anggota rombongannya sewaktu menunggu bus yang akan mengantar mereka ke Masjidil Haram untuk menjalankan ibadah umrah.

Petugas Sektor Transportasi di pos Mahatat Bank Fuadi Hamah mengakui, pelayanan transportasi bagi jemaah di kawasan tersebut saat ini belum optimal.

“Sopirnya, terutama yang orang Mesir, susah sekali diatur.  Kalau lagi tidur, mobil sampai sudah digedor juga tidak bangun juga, padahal jemaah sudah menunggu,” katanya.

Mahmoud Soad Kashik dari perusahaan penyedia bus, yakni biro perjalanan Zahrat Al Zarqa, mengemukakan para sopir sering telat mengoperasikan bus karena kelelahan. “Mereka kurang tidur dan kelelahan.  Waktu istirahat mereka sangat sedikit.  Seharusnya mereka bekerja dalan dua shift,” katanya.

Para pengemudi bus hanya bisa beristirahat selama empat jam dalam sehari yakni antara pukul 08.00-10.00 dan pukul 22.00-03.00 waktu Arab Saudi.  Pada waktu-waktu menjelang hingga usai shalat wajib lima waktu, mereka harus bekerja untuk mengantar dan menjemput jemaah ke dan dari Masjidil Haram.

Berkenaan dengan hal itu, Kepala Daerah Kerja Mekah Zaenal Abidin Supi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui masalah itu dan telah pula membicarakannya dengan pihak pengelola fasilitas transportasi (Ummul Quro).

“Sudah dipikirkan untuk membagi waktu kerja supir.  Jadi satu bus dipegang dua sopir supaya bisa bergantian,” katanya.

Ummul Quro, katanya, juga setuju menempatkan petugas pengawas di setiap pos pelayanan transportasi dan hal itu rencananya segera dilakukan.

Di samping itu, dia melanjutkan, pihaknya juga akan menambah jumlah pemandu yang bertugas mengarahkan bus menuju pemondokan jemaah.

“Masih bisa ditambah 35 lagi.  Saya sudah kontak dengan Kadaker Madinah untuk memindahkan petugas di bandara dan Bir Ali yang sekarang sudah tidak banyak kegiatan ke sini dulu,” katanya.

Pemandu tambahan, katanya, akan ditempatkan di kawasan pemondokan baru yang dinilai rawan karena jarak antar pemondokan yang jauh seperti di kawasan Saukiyah. ( ant )

 

Comments are closed.