LPMAK Bangun Asrama Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan
Timika ( Berita ) : Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) selaku lembaga yang mengelola dana kemitraan (dana 1 persen) dari PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung penuh upaya pembenahan pendidikan dasar di Kabupaten Mimika, Papua berupa pembangunan asrama sekaligus sekolah (TK dan SD) di Kampung Wonosari Jaya SP4 yang khusus menampung dan mendidik putra-putri suku Amungme dari tiga kampung yaitu Tsinga, Aroanop Distrik Tembagapura dan Hoya Distrik Jila.
Siswa yang ditampung di asrama tersebut (Asrama Penjunan) berusia 4-10 tahun berjumlah 54 anak. Mereka diasuh oleh para pembina dari Yayasan Pesat yang dinilai berhasil menjalankan program serupa di Sugapa Kabupaten Paniai dan Kabupaten Nabire.
Sekretaris Eksekutif LPMAK, John Nakiaya di Timika, ibukota Kabupaten Mimika, Sabtu [22/11] mengatakan pembangunan asrama satu atap dengan TK-SD dilakukan mengingat banyak sekolah dasar di kampung-kampung pedalaman di Mimika yang tidak beraktivitas lantaran karena ketiadaan tenaga guru, gedung sekolah dan sarana pra sarana yang tidak memadai serta berbagai kendala teknis lainnya.
Ia mencontohkan, sejak tahun 2004 anak-anak di Kampung Tsinga Distrik Tembagapura tidak bisa menerima pelajaran karena kepala sekolah dan guru-gurunya lebih memilih tinggal di kota Timika tanpa alasan yang jelas.
“Mendekat ujian akhir guru-guru baru kembali ke kampung. Bahan ujian dikerjakan sendiri oleh guru sehingga prosentase kelulusan 100 persen. Tapi setelah mengikuti testing masuk SMP di Timika banyak anak-anak tidak lulus sebab mereka tidak bisa membaca dan menulis,” tutur Nakiaya.
Dari data yang ada, katanya, banyak sekolah dasar di pedalaman dan pesisir Mimika yang tidak beraktivitas maksimal bahkan diibaratkan hidup enggan, mati tak mau.
“Guru-guru sebagian besar tinggal di
Asrama Penjunan dibangun dengan dana Rp 6,3 miliar diatas tanah seluas 6 hektar yang terdiri dari tujuh bangunan induk dengan kapasitas mampu menampung 128 anak.
“Ini salah satu bentuk dukungan nyata LPMAK kepada pemerintah. Kami berharap dalam waktu 30 tahun anak-anak yang dididik di sini akan menjadi pemimpin masa depan di tanah Papua,” harapnya.
LPMAK sebelumnya telah membangun asrama putra dan putrid SMP dan SMK di Kokonao, ibukota Distrik Mimika Barat yang pengelolaannya diserahkan kepada Gereja Katolik, asrama putra Kamoro di Kebun Siri Timika, asrama putra Amungme dari Distrik Jila di Bambu Kuning Timika, dan asrama putri SMP St Bernadus Timika.
Sementara itu Penjabat Bupati Mimika Atanasius Allo Rafra SH menyambut positif dukungan dan keterlibatan LPMAK dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Mimika. ( ant )