Pemerintah Tingkatkan Kualitas Dayah Di Aceh


Banda Aceh ( Berita ) :  Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berupaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dayah (pesantren) dan santri dengan pelatihan manajemen modern untuk menguasai teknologi informasi.

“Ini kami kira penting karena lembaga pendidikan tertua di Provinsi Aceh itu tetap menjadi favorit dan diminati masyarakat seperti yang yang terjadi beberapa dekade lalu dapat kita saksikan di masa mendatang,” kata Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Provinsi NAD Bustami Usman, di Banda Aceh, Rabu [19/11].

Badan Pembinaan Pendidikan Dayah, sebuah bentuk pembinaan pendidikan yang baru dibentuk Pemerintah Aceh itu, berupaya mewujudkan program tersebut sesuai dengan visi yang ingin menjadikan dayah sebagai lembaga pendidikan berkualitas dan berfungsi dalam masyarakat seperti yang pernah dirasakan umat Islam Aceh tempo dulu.

Karena itu, upaya peningkatan kualitas manajemen dan santri dalam penguasaan teknologi informasi serta melatih keterampilan calon ulama dayah terus dilakukan dalam usaha menjadikan dayah sebagai lembaga favorit dan diminati masyarakat Aceh di masa mendatang, kata Bustami Usman.

“Usaha meningkatkan kualitas lembaga pendidikan ini dilakukan melalui pelatihan peningkatan kemampuan penerapan manajemen modern di lingkungan dayah. Untuk itu diupayakan pembinaan perpustakaan, di samping membina santri dalam bidang keterampilan,” katanya. 

Berkaitan dengan penguasaan teknologi informasi, kata Bustami Usman, kini banyak santri dayah yang sudah diberi pengetahuan melalui pelatihan komputer. Sebanyak 80 santri dari seluruh kabupaten/kota di Aceh sudah mengikuti dan memahami sarana kerja canggih itu, katanya.

Selain itu, badan pembinaan pendidikan dayah juga sudah menyelenggarakan pelatihan manajemen dan pelatihan kaligrafi bagi para santri, di samping pengiriman santri untuk mendalami ilmu hafiz (hafal Al-Quran) ke pesantren modern di kota dingin, Bogor.

Pengiriman 10 santri dari Kabupaten Simeulue untuk mendalami ilmu hafiz dan lima lainnya ke Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) di Bogor itu merupakan salah satu program peningkatan kualitas lembaga pendidikan dan ini sejalan dengan pemberlakuan syariat Islam di provinsi ujung paling barat di Indonesia.

“Ini merupakan langkah awal setelah keberadaan badan pembinaan pendidikan dayah di Aceh, dan secara bertahap semua program yang berorientasi pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan tersebut terus dilakukan sesuai harapan masyarakat untuk kemajuan tanpa mengesampingkan adat dan budaya,” katanya. ( ant )

 

Comments are closed.