Agung Jadi Ketua Parlemen ASIA


Jakarta ( Berita ) :  Ketua DPR RI Agung Laksono akan menjadi Ketua Parlemen Asia (APA) yang pengangkatannya berlangsung pada Sidang APA ke-3 di Jakarta pada 27-29 Nopember 2008.

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Abdillah Toha di Jakarta Rabu [19/11] , menjelaskan, sidang APA ke-3 diikuti 250 delegasi dari 39 negara Asia.

Dia menjelaskan, jabatan Ketua APA akan berlangsung selama setahun. Sidang APA kali ini akan lebih menitikberatkan pada kesiapan Asia agar lebih berperan dalam mengatasi krisis keuangan global.

Di samping itu meningkatkan peran setiap negara Asia dalam mengatasi kemiskinan dan persoalan pelestarian alam. Pada sidang juga dilakukan tukar-menukar kode etik parlemen.

APA adalah organisasi regional yang menghimpun parlemen negara-negara Asia. Saar ini APA beranggotakan 39 negara dan bersidang setiap tahun, memiliki 17 ahli parlemen dan dua organisasi internasional.

Pembentukan APA berawal dari organisasi bernama AAPC (Association of Asian Parliamentary for Peace and Cooperation) yang kemudian diubah menjadi AAPP (Association of Asian Parliamentary for Peace) yang disahkan pada tahun 1999 di Bangladesh dengan ditandatanganinya Charter AAPP.

Pembentukan AAPP dipelopori Parlemen Bangladesh yang didukung Philipina, Iran dan Indonesia. Sekretariat APA berada di Teheran (Iran).

Pada Sidang AAPP ke-7 di Teheran tahun 2006, AAPP ditransformasi menjadi APA. Sampai saat ini, APA sudah bersidang dua kali yang berlangsung di Teheran.

Sidang APA kedua tahun 2007 menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang Pleno APA ketiga.

Sedangkan thema Sidang APA tahun ini adalah “Asia and the need for a new global financial architectur”. Thema sidang ini menjadi isu sentral dalam “general debate” dan pada kesempatan ini hadir pula Menko Perekonomian Sri Mulyani.

Sidang APA ke-3 akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Nusantara IV DPR RI selanjutnya seluruh persidangan dilakukan di Balai Sidang Jakarta (JCC).

 

 

Indonesia Tuan Rumah

Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA) ke-3 yang akan diadakan pada tanggal 27-29 November 2008.

Ketua DPR Agung Laksono di gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu, menjelaskan, Sidang APA diikuti 250 peserta dari 39 negara anggota APA se-Asia.

Sidang APA kali ini lebih menitikberatkan upaya memperkuat peran negara-negara Asia dalam mengatasi krisis keuangan global.  “Banyak negara di kawasan lain berharap, Asia lebih berperan dalam mengatasi krisis keuangan global,” kata Agung.

Parlemen di negara-negara Asia menyanggupi upaya peningkatan peran dalam mengatasi krisis keuangan, oleh karena itu, Sidang APA ini akan semakin penting.

Agung menjelaskan, komitmen negara-negara Asia dalam upaya meningkatkan perannya akan dituangkan dalam Deklarasi Jakarta. Sidang APA selain membahas komitmen peningkatan peran Asia mengatasi krisis juga akan membuat komitmen antarnegara Asia untuk saling meningkatkan hubungan baik.

Asia ini penduduknya paling padat, sekitar 2,5 miliar, tetapi juga ada potensi konflik antar beberapa negara,” katanya.

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha menjelaskan, Sidang APA akan membahas setidaknya 15 resolusi, termasuk menyangkut upaya mengatasi krisis keuangan global, pemberantasan dan penanggulangan kemiskinan dan pelestarian alam.

Di bidang pelestarian alam, delegasi Parlemen Asia akan menguatkan komitmen dengan menanam satu miliar pohon di benua ini. Secara simbolis, delegasi akan menenam pohon-pohon di sekitar Gedung DPD/MPR.

Sedangkan Sekjen DPR Nining Indra Saleh menjelaskan, Sidang APA akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Sidang Jakarta.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan dan pihak keamanan,” katanya.

Sidang ini menghabiskan biaya sekitar Rp7 miliar untuk berbagai kegiatan seperti sewa gedung, pengadaan peralatan persidangan, biaya penerjemah, tiket perjalanan, akomodasi peserta, jamuan makan dan biaya lainnya.  “Biaya penyelenggaraan Sidang APA ditanggung oleh negara penyelenggara,” katanya, seraya menambahkan anggaran itu akan digunakan seefisien mungkin. ( ant )

 

Comments are closed.