Agung Jadi Ketua Parlemen ASIA
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Abdillah Toha di Jakarta Rabu [19/11] , menjelaskan, sidang APA ke-3 diikuti 250 delegasi dari 39 negara Asia.
Dia menjelaskan, jabatan Ketua APA akan berlangsung selama setahun. Sidang APA kali ini akan lebih menitikberatkan pada kesiapan
Di samping itu meningkatkan peran setiap negara
APA adalah organisasi regional yang menghimpun parlemen negara-negara
Pembentukan APA berawal dari organisasi bernama AAPC (Association of Asian Parliamentary for Peace and Cooperation) yang kemudian diubah menjadi AAPP (Association of Asian Parliamentary for Peace) yang disahkan pada tahun 1999 di Bangladesh dengan ditandatanganinya Charter AAPP.
Pembentukan AAPP dipelopori Parlemen
Pada Sidang AAPP ke-7 di Teheran tahun 2006, AAPP ditransformasi menjadi APA. Sampai saat ini, APA sudah bersidang dua kali yang berlangsung di Teheran.
Sidang APA kedua tahun 2007 menetapkan
Sedangkan thema Sidang APA tahun ini adalah “
Sidang APA ke-3 akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Nusantara IV
Ketua DPR Agung Laksono di gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu, menjelaskan, Sidang APA diikuti 250 peserta dari 39 negara anggota APA se-Asia.
Sidang APA kali ini lebih menitikberatkan upaya memperkuat peran negara-negara
Parlemen di negara-negara
Agung menjelaskan, komitmen negara-negara
“
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha menjelaskan, Sidang APA akan membahas setidaknya 15 resolusi, termasuk menyangkut upaya mengatasi krisis keuangan global, pemberantasan dan penanggulangan kemiskinan dan pelestarian alam.
Di bidang pelestarian alam, delegasi Parlemen Asia akan menguatkan komitmen dengan menanam satu miliar pohon di benua ini. Secara simbolis, delegasi akan menenam pohon-pohon di sekitar Gedung DPD/MPR.
Sedangkan Sekjen DPR Nining Indra Saleh menjelaskan, Sidang APA akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Sidang
“Kami terus melakukan koordinasi dengan Departemen Luar Negeri, Departemen Perhubungan dan pihak keamanan,” katanya.
Sidang ini menghabiskan biaya sekitar Rp7 miliar untuk berbagai kegiatan seperti sewa gedung, pengadaan peralatan persidangan, biaya penerjemah, tiket perjalanan, akomodasi peserta, jamuan makan dan biaya lainnya. “Biaya penyelenggaraan Sidang APA ditanggung oleh negara penyelenggara,” katanya, seraya menambahkan anggaran itu akan digunakan seefisien mungkin. ( ant )