2.926 Guru Wiyata Bhakti Tegal Tuntut Kesejahteraan


Slawi ( Berita ) :  Sebanyak 2.926 guru wiyata bhakti yang tergabung dalam Forum Guru Wiyata Bhakti (FKGWB) Kabupaten Tegal menuntut Pemkab Tegal memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Kami menuntut keadilan seperti guru lainnya yang kesejahteraannya diperhatikan Pemkab Tegal. Kami merasa belum mendapatkan kesejahteraan yang layak,” kata Ketua FKGWB Tegal, Ahmad Ghozali saat beraudiensi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Tegal, Kamis [13/11] di Slawi.

Ghozali mengakui, penghasilan guru honorer di daerahnya selama ini sangat memprihatinkan. Guru wiyata hanya menerima upah antara Rp50.000 sampai Rp80.000 perbulan. Honor itupun sering baru dibayarkan saat sekolah menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Jadi kalau pencairan Bos-nya telat, upah kami juga telat,” katanya.

Untuk itu, kata Ghozali, pihaknya meminta bantuan komisi D memperjuangkan nasib para guru wiyata bhakti ini. “Melalui forum ini, kami minta nasib kami diperhatikan seperti halnya guru swasta,” tambah Ghozali.

Wakil Ketua FKGWB Nuraini mengatakan, honorarium yang diterima para guru wiyata tidak sebanding dengan jenjang pendidikan yang dimiliki teman-teman mereka yang separuh lebih dari 2.926 orang berijazah sarjana.

“Kalaupun ada yang belum sarjana, saat ini mereka sedang mengikuti pendidikannya,” kata Nuraini sambil kembali menyeru “Kami mohon dengan sangat perhatikan nasib kami. Karena kami juga ikut mencerdaskan anak bangsa.”

Ia mengakui, meski para guru wiyata bhakti menerima tunjangan fungsional sebesar Rp200.000 dari pemerintah pusat, namun tunjangan tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan mereka dalam sebulan.

Terhadap tuntutan FKGWB tersebut Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tegal HM Sofiyudin SAg, MPd menjanjikan untuk meneruskannya ke Pemkab Tegal.”Kami tampung usulan ini dan berjanji memperjuangkannya ke Pemkab Tegal,” kata Sofiyudin. ( ant )