Obama Bukan Muslim


PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat telah berlangsung tanggal 4 Nopember 2008. Kita semua sudah tahu Obama yang menang. Saya di sini tidak akan membicarakan hal itu. Tapi ada satu hal yang saya masih ingat dengan jelas, karena sangat berkesan pada diri saya.

Suatu kali waktu melihat tayangan TV CNN tahu-tahu muncul Jenderal Collin Powell mantan Mentri Luarnegeri AS pemerintah George W Bush. Powell seorang jenderal yang sangat dihormati di Amerika karena dia yang memimpin tentara Amerika dalam Perang Teluk tahun 1991 dengan sukses. Powell juga anggota Partai Republik. Kendati demikian dua tidak segan -segan menyatakan dukungannya kepada cappres Partai Demokrat Barrack Obama.

Dalam tayangan itu dia menyebutkan suatu hal yang menganggu perasaannya. Yaitu yang datang dari kampanye orang-orang Partai Republik yang mendukung Senator John McCain.

Mereka itu berkata ‘Nah, anda tahu  Obama adalah seorang Muslim’. Jenderal Collin Powell membantah ucapan itu. Dia berkata, jawaban yang benar dan correct ialah Obama bukan seorang muslim. Obama penganut agama Kristen. Obama selau adalah Kristen. Akan tetapi jawaban yang benar-benat tepat ialah bagaimana juka Obama seorang Muslim ? Apakah ada sesuati yang salah menjadi orang Muslim di negeri Amerika ini ? Jawabannya ialah tidak.

Itu bukanlah Amerika. Apakah ada sesuatu yang salah dengan seorang bocah Muslim  Amerika berusia 7 tahun bilamana dia percaya bahwa dia bisa menjadi presiden ?, demikian Collin Powell.

Wartawan Mauren Dowd di suratkabar Internasional Herald Tribune (23-10-2008) menulis bahwa Collin Powell telah diusik banyak hal dalam kampanye pemilu oleh partainya belum lama berselang.

Yang mengganggu jenderal itu ialah  desas-desus yang tiada hentinya bahwa Barreck Obama adalah seorang Muslim, bahwa Obama  bersimpati dengan kaum teroris. Dia juga tidak sreg dengan cappres  Partai Republik Sarah Peli sudah siap untuk menjabat sebagai presiden AS.

Dia tidak senang dengan seorang sharrif berpakaian seragam yang memperkenalkan Sarah Pelir kepada khalayak ramai dengan suatu ajakan ke alamat Obama yang dinamakan Barack Hussein Obama.

Dia mencatat cemoohan yang menyertai ucapan orang-orang Partai Republik mengenai Obama sebagai ‘Organisator Komunitas’. Atas argumen kaum Republikein bahwa menggunakan pajak ‘ untuk menebarkan kekayaan’ adalah sosialis. sedangkan tujuan pajak ialah mengembangkan kekayaan.

Akan tetapi yang menyebabkan Jenderal Collin Powell betul-betul sikap tegas dan meminik dia sadar bahwa dia harus berbicara secara terus terang ialah tatkala dia membuka majalah Nec Yorker baru-bari ini.

Di sana terang ialah tatkala dia membuka majalah itu meletakkan kepalanya di atas satu nisan puteranya, seorang perjurit usia 20 tahun yang tewas di medan perang Irak.

Di batu nisan itu tertera namanya yakni Kareem Rashed Sultan Khan,tanda-tanda anugerah yang diterimanya yaitu Purple Heart dan Bror Star, dan gambar bulan sabit untuk menyatakan agamanya ialah Islam.

’Saya menatap gambar itu selama satu jam’ ujar Collin Powell kepada wartawan Maureen Dowd. ‘Siapa yang bisa mendebat bahwa anak ini yang terbaring di kuburan Arlington dengan teman – temannya yang Kristen dan Yahudi dan yang tidak dikuasai oleh sesuatu agama adalah seorang Amerika yang baik’.

Sultan Khan adalah seluruhnya seorang putera Amerika. Dia tau tahun 2005 dari Sothern Regional High School di Menahaukin, New York. Khan senang dengan Dallas Cowboys dan main video games dengan adik perempuannya usia 12 tahun Aliya.

Obituarinya dalam koran The Star- Ledger dari Newark mengatakan bahwa Sultan Khan mengirimkan dari Irak kepada keluarganya foto-foto  dirinya sedang bermain sepakbola dengan kanak-kanak Irak dan memeluk seorang bocah Irak yang tersenyum.

Ayahnya berkata bahwa Kareem Rashad Sultan Khan sangat ingin masuk dinas militer sejak berusia 14 tahun. Dia marah lantar serangan terhadap World Tower tunggal 11 September 2001. ‘Agama Muslimnya tidaklah membuat dia tidak mau pergi ke Irak’ ujar Feroze Khan kepada Cannet News Serivice, setelah puteranya Kareen meninggal dunia. ‘Dia melihatnya bahwa  dia adalah seorang Amerika dan dia punya tugas untuk dilakukannya’.

Dalam suatu saat berterima kasih ‘apakah anda tidak punya nalat kesopanan, Tuan dan Nyonya?’ Jenderal Collin Powell tampil di tayangan ‘ Meet the Press’ dan di sutu dia berbicara tudak pantas bagaimana John McCain dan Sar Palin telah mempertentangkan negeri demi terpilih dalam pemilu. Sangatlah menyenangkan mendengar seseorang dengan jelas mendorong mundur arus yang jelas.

Mantan Menlu As itu telah berurusan dengan serba purbasangka dalam hidupnya, di dalam dan di luar tentara. Dia sangat insaf bagaimana berjuta-juta Muslim di seantero dunia telah dihina oleh nada yang merendahkan ras terhadap diri Obama.

Collin Powell menerima sepucuk surat dari Ferose Khan yang mengucapkan terima kasihnya karena Powell telah mengatakan kepada dunia bahwa orang -orang Muslim- Amerika adalah sama baiknya dengan siapa saja, demikian berita tentang Jenderal Collin Powell yang membela Obama. (****)

Comments are closed.