Obama Menang, Hubungan AS-ASEAN Lebih Erat
Washington ( Berita ) : Hubungan Amerika Serikat dan ASEAN akan lebih erat jika Senator Barack Obama menang dalam pemilihan presiden AS bulan depan, karena para penasehatnya mendorong partisipasinya dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Timur, dan akan memperluas aliansi AS di kawasan itu.
Mereka menganggap ASEAN sangat disia-siakan di masa pemerintahan Presiden George W Bush, yang menolak berpartisipasi dalam KTT 16 negara Asia Timur yang diprakarsai ASEAN itu.
KTT itu dihadiri oleh para pemimpin 10 negara ASEAN – Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam — juga para pemimpin enam negara lainnya, yaitu Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan.
AS tidak diundang oleh ASEAN untuk menghadiri KTT Asia Timur itu karena negara itu menolak menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (TAC), suatu pakta non-agresi yang ratifikasinnya disahkan pada pertemuan para pemimpin regional tersebut.
Frank Jannuzi, penasehat senior
“Saya belum tahu apakah Senator Obama saat menjadi presiden akan melakukan itu, namun hal tersebut merupakan rekomendasi pribadi saya,” kata Jannuzi, seorang pakar Asia Timur dalam panel hubungan luar negeri Senat AS yang dipimpin oleh Joseph Biden, calon wakil presiden pendamping Obama.
Robert Gelbard, penasehat Obama lainnya — yang juga mendorong agar ada kursi AS di KTT Asia Timur — menyatakan penyesalannya bahwa pemerintah Bush mengabaikan upaya
“Kita telah meninggalkan wilayah ini terbuka luas untuk
“Salah satu isu dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama itu sangat baik untuk ditandatangani, dengan syarat-syarat,” kata Gelbard, seorang mantan duta besar AS. “Kita butuh jaminan mengenai masalah keamanan fundamental kita sendiri, termasuk masalah nuklir.”
Australia, sebagai contoh, telah menandatangani pakta itu pada 2005 dengan syarat bahwa aksesnya tidak akan berdampak pada komitmen perjanjian bilateral dan multilateral, juga hak-hak dan kewajiban sesuai Piagam PBB.
Michael Green — penasehat Asia untuk John McCain, pesaing Obama dari Partai Republik dalam pemilihan presiden 4 November — mengindikasikan bahwa pemerintah McCain akan berpartisipasi pada KTT Asia Timur.
“Saya kira setiap pakar
McCain telah menekankan penguatan aliansi AS, terutama dengan Jepang dan Korea Selatan, sebagai pilar kunci kebijakan dia mengenai
AS merupakan satu-satunya negara kuat yang telah menolak menandatangani TAC, di mana perjanjian itu melarang negara anggota menggunakan kekuatan dalam menyelesaikan konflik-konflik di kawasan itu.
Jannuzi juga mengatakan pihak Obama telah menginginkan kemitraan Asia – yang saat ini menjadi aliansi kunci AS, yaitu Jepang, Australia, Filipina, Thailand dan Singapura — dapat diperluas diperluas dengan “mitra-mitra baru” seperti Indonesia, Vietnam dan Malaysia.
Menyinggung
“Pemerintah Obama akan memberi perhatian lebih besar bagi ASEAN karena ASEAN berpenduduk 500 juta jiwa. Hal itu merupakan bagian penting dunia yang kerap diabaikan, dan pandangan kita tentang itu sangat sempit dengan hanya memfokuskan pada masalah pemberantasan terorisme,” kata Jannuzi.
Di samping keamanan maritim, ia juga telah mengusulkan perluasan kerjasama, dengan memperkuat “hubungan ekonomi, pemerintahan yang bersih, menopang pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” katanya.
Negara-negara anggota ASEAN dijadwalkan pada akhir tahun ini akan secara resmi menetapkan suatu piagam untuk promosi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Rencana Presiden Bush untuk melakukan KTT pertama AS-ASEAN gagal dilakukan, kendati ia bertemu dengan para pemimpin kunci negara-negara ASEAN di sela-sela pertemuan puncak tahunan forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). (ant/afp)