Pasangan Toluto-Bangkit Silaban Unggul Sementara Di Taput


Medan ( Berita ) :  Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Torang Lumban Tobing (Toluto)- Bangkit Silaban masih unggul sementara dalam pilkada Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut.

Hingga Selasa, (28/10) pukul 17.00 WIB pasangan cabup/cawabup (nomor urut 1) itu telah meraih 46.821 suara atau 34,01 persen dari 137.681 suara sah dari 181.120 pemilih, kata Ketua Desk Pilkada Taput, Sanggam Hutagalung, yang dihubungi dari Medan, Selasa [28/10] .

Sementara di urutan kedua terdapat nama pasangan Samsul Sianturi-Frans Sihombing (nomor urut 3) memperoleh 32.055 suara atau 23.28 persen, disusul pasangan Sanggam Hutapea-Londut Silitonga (nomor urut 4) dengan 20.713 atau 15,04 persen.

Kemudian diposisi keempat diduduki pasangan Roy Sinaga-Djunjung Hutauruk (nomor urut 2) dengan 20.461 suara atau 14,86 persen, posisi kelima Eduard Sihombing-Alpa Simanjuntak (nomor urut 6) yang memperoleh 12.366 suara atau 8,98 persen.

Sedangkan posisi terakhir ditempati oleh Wastin Siregar-Soaloon Silitonga (nomor urut 5) dengan 5.265 atau 3,82 persen. “Inilah data hasil perhitungan suara sementara pilkada Taput dan hingga kini KPU stempat belum mengeluarkan data perolehan suara yang pasti,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPUD Taput, Janpiter Lumban Toruan, ketika dihubungi melalui telepon Medan, Senin malam, mengatakan, hasil perhitungan suara pilkada di daerah itu rencananya akan diumumkan dalam rapat pleno terbuka. “Kami sampai saat ini belum mengeluarkan hasil suara sementara karena hal itu, juga ketentuannya tidak diatur dalam undang-undang dan hasil perhitungan suara akan diumumkan melalui rapat pleno terbuka,” jelas dia.

Pilkada Taput digelar Senin (27/10) pada 583 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 243 desa dan 15 kecamatan dengan jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 181.120 jiwa.

 

Ratusan Unjukrasa

Ratusan pengunjukrasa di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut melakukan aksi dengan mencoba membakar Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat, Selasa (28/10) siang.

Informasi yang dihimpun dari Medan menyebutkan, aksi anarkis itu dilakukan oleh pengunjukrasa yang kurang puas dengan penjelasan pihak KPUD Taput terkait temuan berbagai macam kecurangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Taput, Senin (27/10).

Massa yang berasal dari lima dari enam pasang calon bupati dan wakil bupati yang ikut dalam pilkada Taput menduga telah terjadi berbagai bentuk kecurangan seperti penggelembungan suara dan munculnya tempat pemungutan suara (TPS) “siluman” yang menguntungkan calon incumbent Torang Lumban Tobing-Bangkit Silaban. J Simorangkir, (50) warga setempat, mengatakan, masa melempari kantor KPUD dengan batu dan ban bekas dalam kondisi terbakar ke dalam ruangan kantor sekitar pukul 14.00 WIB. “Massa sempat membakar ban kemudian mencampakkannya ke dalam kantor KPUD, namun bangunan kantor tidak sempat terbakar karena pihak keamanan langsung menyingkirkan ban itu,” ujarnya.

 Hingga pukul 17.00 WIB masa masih bertahan di depan kantor KPUD yang terletak di Jalan Diponegoro, Tarutung dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak pengamanan TNI dan Polri.

Pilkada di Taput digelar di 583 TPS yang tersebar di 243 desa pada 15 kecamatan dengan jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 181.120 jiwa dengan enam pasang calon bupati dan wakil bupati yang bersaing. Keenam pasangan itu yakni Torang Lumban Tobing-Bangkit Silaban (nomor urut 1), Roy Sinaga-Djunjung Hutauruk (nomor urut 2), Samsul Sianturi-Frans Sihombing (nomor urut 3), Sanggam Hutapea-Londut Silitonga (nomor urut 4) Wastin Siregar-Soaloon Silitonga (nomor urut 5) dan Eduard Sihombing-Alpa Simanjuntak (nomor urut 6).

 

Siaga I Di Taput

Polda Sumatera Utara memberlakukan Siaga I terkait adanya gejolak yang timbul di tengah masyarakat yang merasa tidak puas atas hasil pemilihan kepala daerah, khususnya di Tapanuli Utara (Taput).

Untuk membantu pengamanan dan penyelesaian gejolak Polda Sumut telah mengirimkan satu kompi tim khusus ke Taput, kata Wakapolda Sumut Brigjen Pol Djoko Trisno Santoso, di Medan, Selasa. Bahkan, menurut dia, beberapa pejabat utama Polda Sumut telah diberangkatkan dengan helikopter untuk memantau sekaligus membantu pengamanan di Taput.

 Menurut dia, pemberlakuan Siaga I dimaksudkan agar permasalahan dan gejolak yang timbul di Taput dapat diatasi dengan cepat dan maksimal, sehingga tidak berkembang menjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Keseriusan itu dibuktikan dengan menurunkan tim khusus yang terdiri dari personil Reserse Kriminal, Intelijen dan Keamanan serta Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polda Sumut yang dipimpin Direktur Reskrim Kombes Pol Wawan Irawan.

Pihaknya juga menginstruksikan perwira pengamat wilayah (Pamatwil) untuk lebih serius melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan segera membuat laporan kepada pimpinan. “Ada atau tidak di lapangan, personil (Pamatwil) itu harus dapat menguasai situasi,” katanya. ( ant )