Pancasila Sebagai Tujuan Hidup Dan Pertahanan NKRI
15 Oktober 2008 | 16:02 WIB
“Pancasila yang telah berakar dan digali dari budaya bangsa
Karenanya Pancasila mutlak untuk dilestarikan, dibina dan dikembangkan nilai-nilainya oleh seluruh elemen bangsa, khususnya generasi penerus bangsa,” ucap Gubsu disampaikan Asisten Hukum dan Sosial Setdaprovsu Drs H Rahudman Harahap MM ketika membuka Saresehan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut
Rahudman menegaskan, dengan merujuk tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2008, yakni “Dengan Memaknai dan Melaksanakan Kesaktian Pancasila, Kita Wujudkan Semangat Indonesia Bisa” diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan di hati sanubari generasi penerus bangsa akan perjuangan para pahlawan revolusi dalam mempertahankan keutuhan Pancasila.
Diakui, melalui tema kali ini, seluruh elemen bangsa diminta mampu mengatasi berbagai kesulitan dalam membangun dan mensejahterakan rakyat sebagaimana dikehendaki Pancasila.
“Karenanya, melalui sarasehan ini, kiranya dapat memberikan semangat dan motivasi kepada kita agar Pancasila benar-benar kita hayati, kita amalkan untuk dijadikan sebagai tujuan hidup guna menegakkan dan mempertahankan NKRI,” tegasnya.
Acara sarasehan yang dipandu moderator Jaramen Purba dari Badan Infokom Sumut itu menampilkan nara sumber seperti Kolonel (Purn) H Karseno dari DHD 45 Sumut, Safwan Hadi dari Forum Eksponen 66 Sumut, Drs H Muhammad TWH dari LVRI Sumut, dan Kolonel (Purn) Bachtiar Sonar Siregar dari DPD Pepabri Sumut.
Acara juga dihadiri unsur Muspida Sumut, perwakilan DPRD Sumut, para pejabat TNI dan Polri, pimpinan Organisasi Pejuang Sumut dan Organisasi Kepemudaan Sumut, serta para pelajar.
Dalam ceramahnya, H Karseno menegaskan, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh seluruh bangsa
“Contohnya, setiap tanggal 30 September dan 1 Oktober sekarang ini, sudah sangat jarang rumah-rumah penduduk menaikkan bendera setengah tiang dan setiang penuh. Ini menandakan gejala melunturnya semangat mencintai dan menghayatai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi penerus bangsa,” tukasnya.
H Karseno tak menampik bahwa dirinya sangat khawatir dengan kondisi mental generasi muda penerus bangsa


Comments