Konsulat AS Gelar ‘Debat Akbar’ Pilpres Di Medan : Harian Berita Sore

Konsulat AS Gelar ‘Debat Akbar’ Pilpres Di Medan

15 Oktober 2008 | 16:05 WIB


MEDAN (Berita): Kalau Capres Amerika Serikat dari Partai Demokrat Barack Obama dan Capres Partai Republikan John McCain menggelar debat, Di Medan para mahasiswa juga berkompetisi dalam ‘Debat Akbar’yang isunya masalah di AS dan dalam negeri dalam bahasa Inggeris yang fasih.

Debat Akbar yang dimulai di ruang auditorium kampus IT&B Jalan Mahoni Medan Selasa [14/10] siang itu diselenggarkan oleh Konsulat AS di Medan dibatu EO ‘Idea’. Konsul Amerika Serikat di Medan Sean B Stein selaku moderator dan merangkap juri bersama Purek I USU Faiz Alba dan H Sofyan  dari media (Pemred Harian Analisa).

Sebanyak 20 mahasiswa dari lima perguruan tinggi yakni IT&B, Unimed, Universitas HKBP Nomensen, USU dan IAIN bertanding. Mereka dibagi dalam empat grup yakni grup Eagle, Garuda (tahap pertama kompetisi 12 Oktober 2008) dan grup Stars, Pancasila tahap kedua kompetisi 21 Oktober 2008 di Unimed). Masing-masing grup sebanyak 5 orang.

Konsul AS di Medan Sean B Stein kepada wartawan Selasa (14/10) sore mengatakan kompetisi Debat Akbar Medan adalah suatu program yang dibuat oleh Konsulat AS di Medan untuk memberikan wadah bagi para mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Juga untuk memberikan kesempatan berperan dalam menganalisa isu penting nasional dan internasional.

Menurut Stein, gagasan ini dibuat karena hampir semua media, termasuk antusias masyarakat di Sumut, Sumbar dan Aceh yang tertarik pada pemilihan Presiden AS. Setiap hari ada saja foto kedua Capres AS itu menghiasi media lokal tersebut dan umumnya dimuat di halaman satu.

Namun kata Stein, dalam debat ini yang ditanyakan tidak hanya masalah AS tapi juga isu di tanah air. Mahasiswa bagus sekali kalau mereka mengetahui isu-isu penting di AS tapi juga harus tahu isu-isu di Indonesia.

Stein menilai dalam debat antara grup Eagle dan Pancasila tadi, terlihat bahwa nampaknya mahasiswa tersebut banyak belajar mengetahui isu-isu yang sedang merebak di AS. Namun mereka juga peduli tentang masalah-masalah di tanah air. “Saya kagum dengan mereka karena apa yang diungkapkan itu merupakan buah pikiran mereka langsung, tanpa teks,” ungkap Stein.

Ia menambahkan dalam proses pemilihan Presiden AS, sudah menjadi suatu tradisi untuk para kandidat dari dua partai yang ada (Partai Demokrat dan Partai Republik) untuk bertemu dalam satu debat.

Topik yang dibicarakan dalam debat tersebut biasanya adalah isu paling kontroversial pada saat itu. Pemilihan dapat terlihat menang atau kalahnya berdasarkan debat tersebut.

Debat calon presiden, katanya, dilaksanakan pada masa akhir pada proses pemilihan umum, setelah partai politik menentukan calon kandidat mereka. Para kandidat bertemu di dalam aula yang besar, biasanya di satu universitas di depan hadirin.

Format debat beragam dengan pertanyaan yang dilontarkan dari satu moderator dari pihak jurnalis atau lebih dan dalam beberapa waktu juga pertanyaan dari hadirin. Format diatur secara lengkap dalam memorandum perjanjian bersama (MoU) antara kedua kandidat dan Komisi Debat Presiden.

Stein mengungkapkan pemilihan Presiden AS yang dijadwalkan Selasa, 4 Nopember 2008 akan mencari acara empat tahunan ke 56 yang akan memilih Presiden AS ke 44.

Pada pemilihan ini hanya ada dua kandidat yakni Barack Obama, seorang keturunan Afrika dan Eropa. John McCain bersama Cawapres Sarah Palin. Hal ini akan masuk dalam sejarah, seorang warga keturunan Afrika pertama yang menjadi presiden dan perempuan pertama yang menjadi wakil presiden. (wie)

Comments

Comments are closed.