ASEM LEMC II Hasilkan Deklarasi Bali : Harian Berita Sore

ASEM LEMC II Hasilkan Deklarasi Bali

15 Oktober 2008 | 16:14 WIB


Nusa Dua ( Berita ) :  Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja Asia-Eropa kedua (ASEM LEMC II) yang berlangsung 14-15 Oktober 2008 di Nusa Dua, Bali, ditutup Rabu [15/10] , dan menghasilkan Deklarasi Bali.

Pada akhir acara diadakan jumpa pers yang menampilkan Menakertrans Erman Suparno, Menteri Sumber Daya manusia dan Perlindungan Sosial China, Hu Xiaoyi, dan utusan khusus pemerintah Prancis untuk masalah ketenagakerjaan Gilles De Robien.

Hu tampil sebagai wakil dari negara-negara di Asia dan Gilles mewakili negara-negara Eropa yang menjadi peserta Aem LEMC II. Deklarasi Bali sebagai deklarasi Pertemuan II Tingkat Menteri Tenaga Kerja Asia-Eropa (ASEM LEMC II) mengenai Pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik - strategi kerjasama dan kemitraan untuk meningkatkan Pekerjaan yang layak dan bursa kerja global untuk keuntungan bersama.

Selain Deklarasi Bali, pertemuan itu juga menghasilkan Kesimpulan Pimpinan Sidang (Chairman’s Conclusion). Kedua dokumen ini nantinya akan dibawa dalam Pertemuan Tingkat Kepala Negara Asia Eropa Ke-7 (ASEM 7 Summit) yang akan berlangsung di Beijing, pada 24-25 Oktober 2008.

Deklarasi Bali merujuk pada kesepakatan Pertemuan Puncak 2005, KTT ASEM Ke-6 Helsinki 2006, dan Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja ASEM I di Potsdam, Jerman, 2006, dimana ditegaskan bahwa kerjasama Asia-Eropa memiliki tanggungjawab bersama untuk memperkuat dimensi sosial globalisasi.

Pengembangan upaya pencapaian tingkat pekerjaan yang layak bagi semua (decent work for all) merupakan kunci pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

Termasuk di dalamnya perbaikan hak-hak pekerja dan kohesi sosial. Dalam hal ini peranan dan kontribusi mitra sosial (social partners) dan para pemangku kepentingan dalam proses dan kerjasama ASEM menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu Deklarasi Bali juga mengadopsi kesepakatan untuk mendukung kelanjutan dialog di bidang ketenagakerjaan.  Kontribusi anggota ASEM ke arah globalisasi yang adil melalui kebijakan ekonomi dan pasar kerja aktif, membangun jaminan sosial, investasi Sumber Daya Manusia, Tata Kelola yang baik, dialog sosial, serta mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi di dalam dan antar wilayah.

Erman dalam pidato utama pada saat pembukaan menyampaikan pentingnya inisiatif kerjasama Asia Eropa untuk memperkuat hubungan dua wilayah.

Turut menyampaikan pidato utama dalam pertemuan itu adalah para pemimpin delegasi dari Perancis, Brunei Darussalam, Komisi Eropa, Republik Rakyat China, dan Jerman.

Selama konferensi berlangsung para delegasi terbagi ke dalam tiga kelompok kerja untuk berdiskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai pelatihan dan kesempatan kerja (Training and Employability), buruh migran (Labour Migration) dan perindungan sosial (Social Protection).

Kelompok kerja pelatihan dan kesempatan kerja membahas masalah peningkatan ketrampilan pekerja serta kemampuan untuk terus bekerja secara berkelanjutan.

Kelompok kerja buruh migran mengangkat masalah mobilitas dan regulasi mengenai pekerja migran. Delegasi Filipina dan Austria menyampaikan pengalamannya masing-masing.

Kelompok kerja perlindungan sosial membahas jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal dan kesiapan negara Asia-Eropa mengantisipasi dampak krisis finansial yang terjadi saat ini. 

Pertemuan ASEM kali ini telah menghasilkan sejumlah tindak lanjut konkrit berupa inisiatif proyek-proyek kerjasama yaitu promosi pencapaian tingkat pekerjaan yang layak, jaminan sosial pekerja informal dan formal, serta kerjasama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) dan Coorporate Social Responsibility (CSR) untuk tenaga kerja ASEM.

Erman secara resmi menutup “The 2nd ASEM Labour and Employment Ministers Conference” (ASEM LEMC II).  Di tengah-tengah konferensi, Menakertrans RI juga telah melakukan sebelas pertemuan bilateral dengan menteri dari Asia - Eropa.

Pertemuan bilateral tersebut telah membicarakan kerjasama ketenagakerjaan Indonesia dengan negara mitra. Kerjasama tersebut menyangkut di antaranya sertifikasi pekerja Indonesia, pelatihan, peluang TKI, dan perlindungan TKI di luar negeri yang akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat. ( ant )

 

Comments

Comments are closed.