Indonesia Semakin Rentan Terkena Krisis
“Sumber yang membuat kita rentan terkena krisis jauh lebih besar dari pada yang menyebabkan krisis 10 tahun lalu, karena itu pemerintah harus berhati-hati dan tidak boleh menganggap enteng dampak krisis Amerika,” kata Iman di Jakarta, Senin [13/10] .
Menurut dia, uang panas yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu 2002-2007 lebih besar, yakni 24,5 miliar dolar AS, dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai setengahnya.
Selain itu, dia mengatakan, jumlah utang luar negeri Indonesia saat ini lebih besar mencapai 88 miliar dolar AS belum ditambah utang Surat Utang Negara (SUN) secar aglobal. Sedangkan pada jaman Orde Baru mencapai 54 miliar dolar AS.
“Tidak heran jika JP Morgan memberi ‘warning’ untuk tidak membeli
Lebih lanjut, dia mengatakan, utang pemerintah dan swasta dulu saat krisis tahun 1997-1998 mencapai 129 miliar dolar AS, saat ini utang pemerintah dan swasta mencapai 146 miliar dolar AS. Jika dulu harga komoditas turun saat ini harga komoditas juga turun.
Dengan pemicu krisis yang lebih besar dibanding 10 tahun lalu, menurut dia,
Jika krisis 10 tahun lalu dipicu dari
“Yang terpenting saat ini bagaimana respon pemerintah pada kondisi saat ini. Tidak mengundang IMF rasanya akan lebih baik, krisis ini bisa lebih gampang diatasi,” ujar dia. ( ant )