Mantan Presiden Finladia Ahtisaari Raih Hadiah Perdamaian Nobel
11 Oktober 2008 | 12:20 WIB
Oslo ( Berita ) : Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari meraih Hadiah Perdamaian Nobel , Jumat [10/10] atas karir panjang bagi usaha perdamaian dari Nambia sampai Kosovo.
Komite Nobel Norwegia memilih Ahtisaari menerima hadiah 1,4 juta dolar dari 197 kandidat ” atas usaha-usaha pentingnya, di beberapa benua dan lebih dari tiga dasawarsa, untuk menyelesaikan konflik-konflik internasional.”
“Usaha-usaha ini telah membantu suatu dunia yang lebih damai dan‘persaudaraan antara bangsa-bangsa’ dalam semAngat Alfred Nobel,” kata komite itudalam surat penghargaannya. Nobel asal Swedia, penemu dinamit, memberikanhadiah-hadiah ituatas keinginannya tahun 1895.
Ahtisaari, yang adalahpresiden Finlandiatahun 1994 sampai 2000,memiliki karir diplomatik panjang dan diunggulkan memperoleh hadiah itu. Pada tahun 2005 , ia menengahi satu perjanjian perdamaian antara Indonesia dan Gerakan Aceh Merdekadi provinsi Acehuntuk mengakhiriperang 30 tahun . Sampai Marettahun lalu ia memimpinperundingan antara Serbia dan Albaniamengenai Kosovo sebagai utusan PBB.
Pada tahun 1989-1990 ia memainkan bagian penting dalam terwujudnya kemerdekaan Namibia,” kata komite itu. “Pada tahun 2005 ia dan organisasinya Crisis Management Initiative (CMI) adalah pusat untuk penyelesaianmasalah Aceh yang rumit di Indoensia.” “Pada tahun 1999 danpada tahun 2005-2007 , ia berusahadibawah kondisi yang sulituntuk mencarikan satu penyelesaiankonflik di Kosovo,” kata komite itu.
Ahtisaari , yang mengawasi transisi Namibia ke kemerdekaan sebagai seorang pejabat PBB , mengatakania menganggap pekerjaanuntuk negara Afrika bagian selatan itu barangkali sebagaisumbangan paling pentingnya. “Tentu, saya sangat senang dengan keputusan itu,” kata Ahtisaarikepada stasiun televisi Norwegia NRK. Hadiah itu akan diserahkandi Oslo pada 10 Desember , ulang tahun meninggalnya Nobel tahun 1896. ( ant )
Awal Oktober 2008 terjadi kegoncangan ekonomi yang mendasar di Amerika Serikat Berbagai negara di dunia terutama negara Asia ikut guncang, sementara... Selengkapnya »
Tepuk Sayang
Lebih Baik Nama Marah Halim... Heh...Heh...Heh....
Comments