Ketua DPRA: Jangan Ada Atribut Terlarang Sambut Hasan Tiro
11 Oktober 2008 | 12:25 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Ketua DPR Aceh H Sayed Fuad Zakaria mengingatkan massa yang menyambut kepulangan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muhammad Hasan Di Tiro di Banda Aceh, Sabtu (11/10), untuk tidak mengibarkan atribut organisasi terlarang karena tidak sesuai dengan semangat perdamaian.
“Saya harapkan penyambutan kepulangan mantan petinggi GAM itu dilakukan secara wajar dan tidak menujukkan sikap berlebihan, apalagi mengibarkan atribut-atribut organisasi terlarang serta yel yel ‘merdeka’ karena tindakan itu dikhawatirkan dapat mencederai perdamaian,” katanya di Banda Aceh, Sabtu .
Pernyataan itu disampaikan menanggapi mulai beredarnya pesan singkat (SMS) melalui hand phone bernada provokatif yang diduga sengaja disebarkan orang tidak ingin melihat perdamaian yang sedang dinikmati masyarakat di Aceh, pasca lahirnya MoU di Helsinki, 15 Agustus 2005.
Selain itu, politisi Partai Golkar Aceh itu juga mengharapkan kepada aparat keamanan tidak memberikan ruang sedikitpun bagi orang-orang yang mencoba memprovokasi
Sayed mengharapkan, kepulangan Muhammad Hasan Di Tiro ke Aceh mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan melanggengkan perdamaian yang sudah terbina selama ini, guna membangun masa depan yang lebih maju dan bermartabat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hasan Tiro pulang ke Aceh setelah memperoleh izin dari Departemen Luar Negeri dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Iskandarmuda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh besar sekitar pukul 10.30 WIB dengan diikuti sejumlah anggota rombongan matan petinggi GAM di luar negeri.
Masjid Raya
Kompleks Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, Sabtu, dipadati puluhan ribu masyarakat yang akan menyambut kedatangan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muhammad Hasan Di Tiro.
Wartawandi Banda Aceh, melaporkan, masyarakat mulai memadati kompleks masjid termegah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu sejak pukul 07.00 WIB, selain mereka yang telah bermalam di masjid tersebut.
Warga yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di provinsi paling ujung barat Indonesia itu ingin menyaksikan langsung Hasan Tiro yang kemungkinan memberikan orasi singkat di atas mimbar yang telah disiapkan di halaman masjid tersebut Sabtu .
Hasan Tiro diperkirakan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 10.00 WIB, setelah melakukan serangkaian pertemuan dengan masyarakat Aceh di Malaysia.
Masyarakat dari berbagai daerah, terutama pesisir timur Provinsi NAD itu, berdatangan ke Banda Aceh sejak Kamis (9/10) malam. Mereka menggunakan truk, bus, mobil pribadi dan sepeda motor dengan berkonvoi dari daerah asalnya.
Warga pendatang ke ibukota provinsi itu ditampung di kompleks Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa), selain menginap di rumah sanak famili serta temannya di Kota Banda Aceh. Bahkan, sebagian mereka ada yang bermalam di atas kendaraan yang mengangkutnya dari daerah asal. ( ant )


Comments