Tidak Mau Terimbas Berdikarilah, Jangan Ngekor : Harian Berita Sore

Tidak Mau Terimbas Berdikarilah, Jangan Ngekor

9 Oktober 2008 | 15:53 WIB


Awal Oktober 2008 terjadi kegoncangan ekonomi yang mendasar di Amerika Serikat Berbagai negara di dunia terutama negara Asia ikut guncang, sementara Eropa tidak begitu guncang.

Saham anjlok,bahkan pasar modal di Indonesia terpaksa ditutup untuk sementara. Akibatnya semakin menimbulkan berbagai praduga yang bermacam-macam.

Menghadapi anjloknya pasar modal pemerintah yang dipimpin Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sudah mengadakan pertemuan dengan kabinetnya guna membahas masalah dan sudah dikeluarkan 10 cara untuk menghadapinya.

10 Perintah itu menurut sementara pengamat, tidak jelas, hanya bersipat teori tidak ada satupun tindakan yang jelas dan tegas. Bahkan wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan jangan terlalu panik, karena krisis ekonomi di Amerika Serikat itu tidak begitu banyak pengaruhnya pada Indonesia.

Tapi sebaliknya Bursa Efek Indonesia, ditutup, karena mencegah kepanikan pedagang saham. Bahkan pemerintah juga melakukan rapat tengah malam. Tentu rakyat bertanya ada apa?

 Disinilah perlunya seperti apa yang dianjurkan/dikomandokan Presiden Soekarno masa lalu, kita harus berdikari. Tidak terlalu banyak tergantung kepada negara lain. Kepada rakyat diusahakan untuk meningkatkan produknya.

Jangan selaku negara agraris mengimpor produk pertanian. Harus mampu mengekspor. Tapi sebaliknya yang terjadi beras harus diimpor, demikian juga kedelai, daging dan beberapa produk pertanian lain.

Bahkan banyak barang harus diimpor, walaupun barang itu mampu diprosuk di dalam negeri.  Susu harus diimpor dari Cina yang bermasalah itu. Demikian juga bombon dan makanan anak-anak. Seharusnya dapat diproduksi di dalam negeri.

Jika memang pemerintah tidak mau panik lagi seperti sekarang, terlebih kepanikan terhadap rakyat, sudah harus Indonesia mengembalikan diri untuk berdikari.

Berdiri di atas kaki sendiri. Dengan demikian, jika terjadi keguncangan di negara lain, Indonesia tidak ikut guncang apalagi sampai panik menghadapinya. Terutama mengenai pangan. Ini pulalah pengaruh yang selalu diupayakan orang maju terutama Amerika Serikat.globalisasi.

Saling terkait sesama negara di dunia. Sekarang, jadilah kesusahan di Amerika  Serikat, dirasakan di Indonesia. Dulu tidak demikian. Mengapa? Karena Indonesia mampu mengurus pangannya sendiri.

Mudah-mudahan  kegoncangan perekonomian di Amerika Serikat sekarang ini, menjadi pelajaran berharga  bagi peimpin dan rakyat Indonesia. Jangan terlalu mengekor kepada orang lain, sekalipum mereka itu terkenal dengan negara maju dan kuat. Kejadian ini membuktikan keangkuhan Amerika Selama ini, mampu mengatasi semua kesulitan untuk tidak pernah sulit, kali ini mereka terkena batunya.

Hanya kekalutan mereka, terasa bagi Indonesia, karena nilai uang rupiah terhadap dolar terus merosot Akibatnya perdagangan jadi lesu, harga barang impor terus naik, yang berdampak bagi perdagangan di Indonesia. Rakyat kecil juga yang lebih dulu merasakan kepahitannya. [ Marihot Siagian di Glugur Medan]

Comments

Comments are closed.