Bandara Polonia Tingkatkan Pengamanan Landasan Pacu
7 Oktober 2008 | 11:55 WIB
“Agar kasus yang sama tidak terulang lagi, kami telah berkoordinasi dengan Pangkalan TNI AU (Lanud) Medan untuk meningkatkan pengamanan terutama di sekitar pagar bandara dan ‘runway’,” ujar General Manager Bandara Polonia, Alexius Kismoyo, di Medan, Senin [06/10] .
Selain itu, kata dia, pengamanan di sekitar bandara juga diperketat dengan penambahan personil baik dari pihak kemananan bandara, Lanud Medan, dan kepolisian bandara dengan melakukan patroli rutin.
Untuk pengungkapan raibnya kabel “runway” sepanjang 60 meter itu itu dan kemungkinan adanya unsur sabotase atau tidak, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian daerah Sumatera Utara (Sumut).
“Benar tidaknya ada unsur sabotase, itu sudah menjadi urusan polisi. Yang jelas, tindakan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu membahayakan nyawa orang banyak dan memperburuk citra penerbangan kita,” ujarnya.
Sebelumnya (4/10), lampu landasan pacu Bandara Polonia tidak bisa menyala sehingga operasional bandara ditutup mulai dari pukul 18.30 WIB hingga 19.42 WIB.
Setelah diselidiki, kondisi itu terjadi karena raibnya kabel di seberang terminal Bandara Polonia Medan atau pada sisi landasan pacu yang berada di daerah Lanud Medan dan ditemukan bekas potongan kabel lainnya menggunakan benda tajam.
Kejadian itu mengakibatkan tertundanya keberangkatan sejumlah penerbangan serta pesawat domestik dan internasional yang menuju ke
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, raibnya kabel itu merupakan peristiwa untuk kesekian kalinya dan pelakunya belum juga bisa diungkap.
Sebelumnya, beberapa kasus yang terjadi di Bandara Polonia juga tidak pernah terungkap hingga kini seperti peristiwa terbakarnya terminal kedatangan internasional pada 9 Maret 2006, kemudian kebakaran terminal keberangkatan domestik pada 1 Desember 2007.
Untuk kasus kebakaran terakhir, mulai dari tim investigasi Poltabes Medan, Polda Sumut hingga tim laboratorium forensik Mabes Polri turun langsung ke lokasi kejadian. Namun hingga kini hasil dari temuan kasus itu belum pernah diungkap ke publik hingga kini. ( ant )


Comments