57 Korban Tewas Lakalantas Di Sumut
7 Oktober 2008 | 16:49 WIB
Medan ( Berita ) - Hingga H+5 lebaran atau Senin (6/10) tercatat 57 korban meninggal dunia dalam 121 kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Sumatera Utara.
Data Posko Operasi Ketupat Toba 2008 di Direktorat Lalulintas Polda Sumut di Jalan Putri Medan, Selasa [07/10] , juga mencatat lakalantas itu menimbulkan korban luka berat sebanyak 85 orang dan luka ringan 120 orang.
Dari jumlah tersebut, satuan wilayah yang paling banyak terjadi lakalantas adalah Poltabes Medan dengan total 32 kasus dengan korban meninggal dunia enam orang, luka berat 32 orang dan luka ringan 18 orang.
Selanjutnya Polres Tapanuli Selatan sembilan kasus lakalantas (enam meninggal dunia, 10 luka berat dan dua luka ringan), disusul Polres Langkat dengan sembilan kasus lakalantas (dua meninggal dunia, 10 luka berat dan 24 luka ringan) serta Polresta Binjai dengan dengan delapan kasus lakalantas (tiga meninggal dunia, dua luka berat dan 23 luka ringan).
Direktur Lalulintas Polda Sumut, Kombes Pol Fran K. Palayukan mengatakan, jumlah itu meningkat sekitar 11 persen dibanding periode yang sama tahun 2007.
Menurut dia, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah lakalantas yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka tersebut, diantaranya besarnya jumlah masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan untuk mudik dan balik dalam merayakan Idul Fitri 1429 H.
Tidak jarang pengemudi sepeda motor tidak mengindahkan peraturan yang diberlakukan untuk menjaga keselamatan pemudik seperti batas maksimal penumpang dan batas jumlah barang bawaan.
Kemudian, tidak jarang pemudik yang menggunakan sepeda motor mengebut dan menyalip kendaraan besar lain karena ingin cepat sampai ke tujuan meski beresiko mengalami kecelakaan.
Faktor lainnya adalah kondisi fisik pemudik yang lelah namun tetap memaksakan diri untuk terus berkendaraan. “Masih sedikit pemudik yang memanfaatkan pos pengamanan yang telah disediakan. Padahal di tempat itu disediakan tempat beristirahat dan tenaga medis untuk memeriksa kondisi pemudik,” katanya. ( ant )


Comments