Tiga Jenazah WNI Tiba Medan
6 Oktober 2008 | 14:55 WIB
Ketiga jenazah itu yakni Nurmalena (40), warga Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumut, kemudian Sulasih (38), warga Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut dan Teuku Muhammad Reza (20), warga Kabupaten Aceh Utara, NAD.
Ketiga jenazah diterbangkan dari Kuala Lumpur, Malaysia dengan pesawat Malaysia Airlines System (MAS) dengan nomor penerbangan MH 860 dan mendarat di Bandara Polonia pukul 09.00 WIB.
Pada saat prosesi pelepasan jenazah, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut, Sumadi, berharap musibah yang menimpa para WNI merupakan peristiwa yang terakhir.
“Kepada mereka yang ingin berangkat dan bekerja ke luar negeri diharapkan dapat mengikuti proses yang resmi agar mendapatkan perlindungan dan kepada instansi terkait kami mengimbau untuk meningkatkan kinerja agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.
Dengan tibanya ketiga jenazah itu, maka jumlah WNI yang meninggal dunia akibat karamnya kapal tongkang itu berjumlah 14 orang. Sebanyak 11 jenazah diantaranya tiba melalui Bandara Polonia, dua melalui Bandara Soekarno Hatta dan satu lainnya telah dimakamkan di
Sementara itu, pada kesempatan terpisah keluarga korban Nurmaina (45), kakak kandung dari Alm Nurmalena, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada pemerintah yang telah mengurus segala sesuatu hingga jenazah adiknya bisa tiba di tanah ait.
Dia juga mengatakan, selama 20 tahun lebih almarhumah bekerja di negeri jiran, kepulangannya ke tanah air kali ini merupakan yang ketiga kalinya. “Ini merupakan kepulangan Nurmalena yang ketiga kalinya ke
54 Korban Selamat Warga Sumut
Sebanyak 54 dari 103 korban kapal kayu yang selamat di perairan West Port Klang,
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharuddin Djaffar ketika dihubungi di Medan, Minggu (5/10) malam, mengatakan, para korban tersebut berasal dari Medan, Deli Serdang dan Rantau Prapat, dan mereka sudah dijemput oleh keluarganya. “
Sebanyak 103 korban yang selamat tiba di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Kamis, (2/10) dengan menggunakan kapal navigasi (KN) Sorotama dari
Peristiwa tenggelamnya kapal kayu yang mengangkut 150 WNI terjadi di perairan West Port Klang,


Comments