Sampah Menumpuk Di Medan Mulai Timbulkan Bau Busuk
5 Oktober 2008 | 12:50 WIB
“Bau sampah basah yang busuk itu, membuat hidung saya terasa tidak nyaman dan mengakibatkan muntah-muntah,” kata Khairani (45) salah Ibu rumah tangga di
Tumpukan sampah yang membuat resah bagi warga itu, lokasinya berada di Jalan AR Hakim Medan atau persis di depan pajak Sukaramai Medan. Sampah menumpuk dan berserakan itu, tepatnya di pinggir jalan, sehingga para pengemudi mobil pribadi, pengemudi sepeda motor maupun penumpang becak yang melintas di areal itu menjadi pening.
Padahal, katanya, sebelum memasuki Idul Fitri 1429 Hijriah, petugas kebersihan menggunakan truk sampah warna kuning itu selalu rajin mengangkut sampah tersebut.
Namun belakangan ini, truk sampah atau yang digelari dengan nama “Armada Kuning” itu, tidak kelihatan nongol lagi, tidak diketahui apa penyebabnya. “Apakah petugas yang dipercayakan untuk mengangkut sampah itu, seluruhnya ikut berlebaran,” ujar Nanik yang merasa risih bila melintas di Jalan AR Hakim itu.
Menurut dia, seharusnya Dinas Kebersihan Pemko Medan dapat mengatur jadual petugas mobil sampah yang mengangkut sampah-sampah milik warga selama Lebaran ini.
Bukan sebaliknya, karena Hari Raya Idil Fitri ini, mobil sampah tidak bergerak atau menghentikan segala kegiatannya. “Ini
Lebih lanjut, ia mengharapkan agar Penjabat Walikota Medan H.Afifuddin Lubis dapat mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kebersihan yang tidak mengoperasikan mobil sampah selama Lebaran. “Armada pengangkut sampah di
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Medan, Rusdy Siregar yang dicoba dikonfirmasi melalui ponsel, mengenai sampah yang belum terangkut itu tidak berhasil.
Ponsel yang biasanya dipakai oleh juru bicara Pemko Medan, tidak ada jawaban alias “dimatikan”. Data yang diperoleh menyebutkan, dalam satu hari Kota Medan memproduksi sampah sebanyak 1,8 ton lebih. Sampah tersebut berasal dari sampah yang terdapat di pajak, rumah pribadi, komplek perumahan dan lain sebagainya.
Selanjutnya, sampah terdiri dari berbagai jenis itu dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah pinggiran


Comments