Negara Arab Kecam Israel Soal Kebijakan Permukiman
27 September 2008 | 14:25 WIB
PBB,
Presiden Palestina Mhamoud Abbas mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB permukiman
Belakangan, dalam pidato di Sidang Majelis Umum, Abbas mencela sebagai terorisme rasial apa yang ia katakan serangan setiap hari oleh pemukim Yahudi terhadap warga sipil Palestina, dan mendesak masyarakat internasional untuk bertindak.
Abbas telah mengecam perluasan permukiman
Perdebatan di Dewan Keamanan berlangsung beberapa jam sebelum kuartet diplomatik Timur Tengah dijadwalkan mengadakan pembicaraan tingkat menteri mengenai prospek perdamaian Palestina-Israel setelah proses
Sementara itu Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal mengecam perluasan permukiman
“Permukiman membuat pembentukan negara Palestina yang hidup terus tak mungkin terjadi,” kata pejabat Saudi tersebut. “Satu-satunya jalan bagi keamanan
Menurut laporan pengawas Timur Tengah, Peace Now, bulan lalu, pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina sudah berlipat-ganda sejak 2007, kendati Israel berjanji “akan membekukan kegiatan semacam itu”. Perluasan permukiman
Pada Agustus, Israel menyetujui pembangunan 400 rumah baru di satu permukiman Yahudi di Jerusalem Timur, yang dicaploknya, dan mengumumkan tender bagi pembangunan 416 rumah lagi di Tepi Barat.
“Situasi memerlukan sikap serius dari masyarakat internasional dan seruan jelas atas Irael agar memulai penarikan pemukimnya dan melucuti permukimannya,” kata Abbas.
“Diakui (di Annapolis) bahwa ini adalah prasyarat untuk memungkinkan membuat kemajuan dalam perundingan ke arah diakhirinya konflik,” kata Abbas.
Namun Duta Besar baru Israel Gabriela Shalev mengatakan kepada anggota Dewan Keamanan bahwa meskipun permukiman tersebut adalah “masalah yang rumit”, semua itu “bukan penghalang bagi perdamaian”.
“Semua itu telah dimanfaatkan sebagai alat lain untuk menampar
“
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengalihkan perhatian pada perdebatan tersebut dari masalah permukiman, dan malah mendesak negara-negara Arab agar “mempertimbangkan cara yang mungkin mereka lancarkan guna menjangkau
Rice mengatakan dunia Arab “perlu sepenuhnya mengerti bahwa


Comments