Tim Investigasi Selidiki Laporan Korupsi Di Merauke
Merauke ( Berita ) : Bupati Merauke Jhon Gluba Gebze mengatakan bahwa sebuah tim investigasi dari Pemprov Papua sekarang berada di Merauke untuk menyelidiki adanya dugaan korupsi yang dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW).
“Saya telah menerima tim investigasi itu hari Jumat (19/9). Mereka berasal dari Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Papua, BPK Perwakilan Papua dan BPKP Papua,” ujar Gebze kepada ANTARA di Merauke, Selasa [23/09].
Gebze berharap kepada tim beranggotakan delapan orang yang akan bertugas selama 30 hari itu menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah dan melakukan tugasya dengan profesional.
Dalam pertemuan itu, kata Gebze, pihaknya menyatakan, bila kedatangan tim untuk untuk cross-check atas laporan ICW, silahkan saja namun bila sebaliknya hanya menjalankan ‘pesanan’ pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya, maka dia tidak akan tinggal diam. “Jangan sampai ada rekayasa dalam investigasi ini,” kata Gebze tegas.
Menurut dia, banyak kejanggalan yang membuatnya bertanya-tanya terutama soal begitu cepatnya respon dari provinsi terhadap laporan dugaan korupsi dari ICW tersebut.
Padahal secara rutin, tim pemeriksa dari provinsi telah mengaudit keuangan Pemkab Merauke. “Kalau memang ada ketidakberesan dalam audit tahunan, kenapa lembaga berwenang tidak langsung menindak-lanjutinya,” kata Gebze dalam nada tanya seraya mengatakan, walaupun demikian pihaknya siap memberikan data dan keterangan yang diinginkan tim investigasi.
Ketika ditanya tentang laporan ICW, Bupati Gebze mengakui ada kejanggalan dalam data tersebut yakni tentang gajinya sebagai bupati yang mencapai Rp11 miliar pertahun padahal setiap bulannya hanya menerima sekitar Rp7 juta sehingga setahun sekitar Rp84 juta. Demikian pula soal pengadaan mobil dinas serta dana taktis dan operasional bupati.
Selain itu masalah pengadaan pesawat terbang benrilai Rp77 miliar juga disoroti.
Menurut dia, tujuan utama pengadaan pesawat terbang adalah untuk membuka akses transportasi dari dan ke Merauke karena daerah ini merupakan daerah tujuan akhir dan bukan transit sehingga maskai penerbangan enggan melayaninya. “