Metode Kuasai Bahasa Asing Dengan Bercerita


Surabaya ( Berita ) :  Salah satu metode yang dapat digunakan oleh para guru dalam melakukan pembelajaran bahasa asing di kelas yakni dengan menggunakan metode bercerita, kata Retnani, kandidat doktor ke-47 universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Metode ini efektif manakala guru dalam menyampaikan pelajaran sudah menguasai materi sebelum guru mengajar,” katanya disela-sela ujian doktor di ujian Doktor ke-47 di Gedung Pascasarjana Unesa.

Retnani lebih suka menggunakan metode ceramah atau bercerita pada saat mengajarkan bahasa asing, karena dengan bercerita siswa akan lebih mudah mencerna. Disertasi Retnani berjudul ‘Muatan filosofi dalam Tindak Ilokusi Pengendalian Implisit Bahasa Jepang pada Cerita Anak’.

“Disertasi tersebut menjelaskan kegunaan metode bercerita dalam meningkatkan pengusaan bahasa asing,” tambahnya. Wanita kelahiran Malang ini menjelaskan, pentingnya metode bercerita diterapkan pada mata pelajaran asing, karenakan mempermudah dalam menerima dan mempelajari bahasa.

“Kita semua sudah mengetahui banyak dari siswa di sekolah atau di lembaga luar sekolah, mereka kesulitan dalam menguasai pelajaran bahasa asing,” katanya.

Padahal, kalau pengajar atau guru mengerti kesulitan siswa dalam mengusai bahasa asing, guru tersebut harus cepat-cepat mengubah metode pengajarannya. Pasalnya, banyak kalangan guru yang menerapkan metode latihan, sehingga terkesan pelajaran bahasa asing tidak menyenangkan

 Melalui cara penyampaian dengan bercerita tentang seputar kehidupan anak-anak, dapat dipastikan siswa tersebut akan menyukainya. “Dan biasanya anak-anak lebih menyukai cerita yang berkaitan dengan dongeng,” tambahnya.

Meski, banyak guru yang menggunakan metode bercerita dalam penyampaian bahasa asing, guru tersebut harus dapat membawakan cerita dengan baik. “Sebagai contoh guru tersebut tidak akan selamanya berhasil dalam menyampaikan cerita kepada anak, jika guru tidak menghayati cerita dengan baik,” tegasnya.

Guru yang baik, kata Retnani, adalah guru yang dapat membawakan peran sesuai isi cerita. Jika cerita itu membutuhkan suatu peran yang sedih, diharapkan guru harus benar-benar memerankan peran sedih dan sebaliknya.

“Saya berharap dengan diselesaikanya disertasi ini dapat memberi motivasi bagi guru dalam mengajarkan bahasa asing kepada murid dengan mengunakan metode bercerita,” katanya mengakhiri. ( ant )

Comments are closed.