UE Belum Putuskan Pantau Pemilu Di Aceh
16 September 2008 | 15:19 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Komisi Uni Eropa (UE) belum memutuskan untuk memantau pelaksanaan Pemilu legislatif 2009 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Saat ini masih terlalu awal dan belum ada keputusan UE untuk ikut memantau Pemilu 2009 di Aceh,” kata Direktur Hubungan Luar Negeri Komisi Eropa untuk
James berkunjung ke Aceh selama dua hari pada 13-14 September 2008 untuk melihat kemajuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami dan proses perdamaian di daerah tersebut.
Dia mengatakan, meskipun belum ada keputusan untuk mengirimkan pemantau pemilu ke Aceh namun selama kunjungannya dan berbicara dengan sejumlah pihak di Aceh ada kesan bahwa Pemerintah Aceh menginginkan adanya pemantau asing yang independen. Untuk memutuskan mengirim pemantau ke Aceh perlu diskusi kembali dengan beberapa pihak termasuk pihak Eropa, tambahnya.
Karena belum adanya keputusan tersebut, hingga saat ini belum ada program khusus dari UE untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh.
Pada Pilkada 2006 di Aceh, UE turut mengirimkan tim pemantaunya sebanyak 84 orang dan memberikan bantuan teknis kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) melatih petugas pelaksana pemilu.
Setelah tiga tahun keberadaannya mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta proses damai di Aceh, UE memberikan tambahan dana hibah sebesar tiga juta Euro untuk membantu Pemerintah Aceh dalam mengimplementasikan Undang-undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).
“Saya sudah melihat kondisi Kota Banda Aceh selama dua hari terakhir dan melihat komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan proses perdamaian. Karena itu UE tetap mendukung proses itu dengan memberikan tambahan dana hibah sebesar tiga juta Euro,” katanya.
Dana tersebut nantinya akan ditujukan untuk bantuan teknis kepada Pemerintah Aceh berupa program maupun nasihat politik terutama dalam pembentukan qanun (peraturan daerah) sebagai implmentasi UUPA. ( ant )


Comments